Dalam Maknanya, Kang Bupati Imbau Indonesia Raya Dinyanyikan Tiga Stanza

PONOROGO – Tak banyak yang ingat, lagu kebangsaan Indonesia Raya sejatinya ditulis Wage Rudolf Supratman dalam tiga stanza.

Setiap bait memuat pesan kuat tentang persatuan, spiritualitas, dan cinta tanah air. Namun, publik selama ini lebih akrab dengan stanza pertama saja.

Kang Bupati Sugiri Sancoko, ingin mengubah kebiasaan itu. Dalam apel rutin di halaman Pendopo Agung Ponorogo, Senin, (25/8/2025), ia mengimbau agar Indonesia Raya dinyanyikan secara utuh, tiga stanza.

“Kalau bukan di pengibaran bendera, gunakan tiga stanza. Itu detail sekali dan dalam maknanya,” ujarnya.

Kang Bupati lalu mengurai makna tiap bait. Stanza pertama, yang paling populer, berisi seruan akan pentingnya persatuan di tengah keragaman. Pembangunan bangsa, katanya, tak akan berhasil tanpa gotong royong.

Stanza kedua, mengajak bangsa ini meneguhkan etika dan spiritualitas. Kemerdekaan bukan hanya lahir dari kerja keras, tapi juga dari kekuatan doa.

Adapun stanza ketiga, memuat pesan menjaga kekayaan sumber daya Indonesia mulai daratan, perairan, hingga seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.

Dengan membiasakan melantunkan tiga stanza, ia berharap masyarakat semakin memahami kedalaman makna lirik yang diucapkan.

“Lagu Indonesia Raya itu bicara tentang kepribadian, melindungi bumi, ibu pertiwi, dan banyak lainnya. Maka penting kita gaungkan, biar anak-anak rasa nasionalismenya dapat, rasa perjuangannya dapat, dan bisa kita tanamkan di relung hati mereka,” tuturnya.

Bagikan