Tinjau Sekolah Rakyat di Ponorogo, Mensos RI: Fasilitasnya Seperti Sekolah Unggulan

PONOROGO – Per 1 Agustus 2025, dari 64 titik sekolah rakyat yang telah beroperasi di Indonesia, ada Kabupaten Ponorogo di dalamnya. Tingkatan pendidikannya pun lengkap dan terintegrasi, dari SD, SMP, hingga SMA.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, saat meninjau kesiapan SR di Ponorogo, Senin (4/8/2025), menilai sarana prasarana SR di Ponorogo sudah sesuai standar dan sebanding dengan sekolah unggulan.

Namun ada satu hal yang menarik perhatiannya, adanya fasilitas peternakan ayam petelur di lingkungan SR.

Langkah kecil namun bernas, Gus Ipul, sapaan Mensos RI, menilai peternakan kecil tersebut bisa dijadikan laboratorium vokasi bagi peserta didik. Selain itu, keberadaan peternakan juga memungkinkan sekolah memenuhi kebutuhan konsumsi pangan secara mandiri.

“Salah satu contoh yang baik bisa ditiru sekolah lain. Sehingga kebutuhan siswa dan guru bisa dipenuhi dan juga bisa menjadi tempat vokasi bagi yang berminat. Ini tidak bau dan tidak mengganggu sekolah rakyat,” ucapnya.

Lebih jauh ia menegaskan, pemerintah bakal melakukan yang terbaik untuk suksesnya pendidikan di SR.

Ia menekankan tiga prinsip utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Yakni memuliakan masyarakat kecil dengan memberikan akses pendidikan berkualitas.

Kemudian menjangkau mereka yang selama ini belum tersentuh pembangunan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Tak kalah penting, mewujudkan hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, memberi harapan bagi anak-anak yang semula tak berani bermimpi besar.

“Kemiskinan bisa mewariskan ketangguhan, tapi pendidikan bisa mewariskan harapan,” ucapnya.

Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko yang mendampingi Gus Ipul, menyampaikan bahwa proses pengenalan SR sudah beberapa kali dilakukan, dan ia melihat sendiri antusiasme serta potensi para siswa.

“Di Ponorogo ada 150 peserta didik yang dibagi 5 rombel, 1 SD, 2 SMP, dan 2 SMA. Anak-anaknya lucu-lucu, pintar-pintar. Untuk para guru kami selalu tekankan untuk tidak hanya transfer pengetahuan, namun mentransfer kasih sayang, kelembutan, dan teladan,” ucapnya. 

Bagikan