Kang Bupati Sugiri & Abah Anza: Tiga Titik Satu Pesan, Jaga Kerukunan Ponorogo

PONOROGO – Kultur masyarakat Ponorogo sejak lama memang ditopang tradisi guyub rukun.

Dari hajatan desa, pagelaran reog, hingga pengajian kampung, semangat kebersamaan tak pernah absen.

Itu pula yang sedang dirawat Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat, ia berusaha memastikan kultur rukun itu tidak lapuk digerus kondisi.

Pada Selasa, 9 September 2025, Kang Bupati Sugiri mendampingi dai kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, berceramah di tiga titik sekaligus.

Dimulai dari Desa Ronosentanan (Siman), Desa Ciluk (Kauman), dan titik terakhir di Desa Krebet (Jambon).

Dua jalur berbeda, umara dan ulama, menyampaikan pesan yang sama, menjaga Ponorogo tetap adem ayem.

Di hadapan ribuan jamaah, KH Anwar Zahid di sela-sela ceramahnya, menyelipkan pesan pentingnya menjaga kerukunan. Pesannya sederhana, tapi terasa relevan di tengah situasi yang mudah tersulut perbedaan.

“Kita sareng-sareng njogo Ponorogo. Kalau Ponorogo damai, kita tenang beribadah, tenang bekerja, tenang semuanya,” katanya.

Senada, Kang Bupati Sugiri menyampaikan kedamaian Ponorogo bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk masyarakat sendiri.

Dengan situasi itu, ia yakin pembangunan di berbagai sektor akan berjalan lebih lancar.

“Nyuwun doa pangestu, saget bangun Ponorogo sareng-sareng panjenengan segoyo,” ucapnya.

Bagikan