Lestarikan Tradisi, Hidupkan UMKM, Desa Persiapan Argo Mulyo Gelar Gebyar Budaya dan Ekraf

PONOROGO – Gethuk hangat dengan rasa pandan, coklat, hingga keju tersaji di salah satu stand kuliner di Caranta Garden, Dukuh Gembes, Desa Persiapan Argo Mulyo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. 

Di tengah taman wisata itu, selama dua hari, 27 hingga 28 September 2025, Desa Persiapan Argo Mulyo menggelar Gebyar Budaya dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). 

Gebyar Budaya dan Ekraf tersebut menjadi kesempatan bagi desa baru itu untuk menunjukkan potensi budaya dan ekonomi kreatif yang mereka miliki.

Panggung budaya menampilkan para seniman lintas generasi. Dari Tayub “Langen Beksan”, hingga lantunan karawitan yang dimainkan murid sekolah dasar. 

Di sela-sela pertunjukan, pengunjung tampak berpindah dari satu stan ke stan lain, membeli kerajinan tangan, mencicipi kuliner lokal, dan melihat karya kreatif warga.

Kang Bupati Sugiri yang hadir membuka acara tersebut pun tak ketinggalan mengunjungi stand yang menawarkan produk ekraf UMKM. 

Ia mencicipi gethuk dengan varian rasa baru, melihat koleksi kaos buatan anak muda, hingga olahan frozen food karya warga.

Menurut Kang Bupati, gelaran ini merupakan terobosan kreatif yang lahir dari kesadaran masyarakat sendiri untuk melestarikan budaya. Di saat bersamaan mampu menggerakan ekonomi masyarakat.

Ia menilai inisiatif seperti ini penting untuk mendukung upaya Ponorogo menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Kota Kreatif dunia.

“Kalau gelem obah mesti mamah,” kata Kang Bupati, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak.

Ia bahkan mengusulkan agar Caranta Garden menjadi pusat kegiatan budaya dan ekraf. 

“Ke depan di Caranta Garden saya usul ada sanggar pedalangan, dalang anak-anak diajari setiap minggu wayangan, ada ketoprak, sanggar tari, maka akan jos tenan,” harapnya.

Bagikan