Mahasiswa Dua Kampus Turun ke 140 Desa, KKN Tematik Petakan Rinci Potensi Ekonomi di Desa

PONOROGO – Dalam waktu sebulan ke depan, peta potensi ekonomi di desa-desa Kabupaten Ponorogo bakal terpetakan lebih rinci.

Dua perguruan tinggi di kota reog, Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar, akan menerjunkan mahasiswa mereka dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Program ini resmi dilepas oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (3/11/2025). 

Sebanyak 75 mahasiswa dan 23 dosen dari dua kampus itu akan menyebar ke 140 desa di Ponorogo selama satu bulan, 3 November hingga 3 Desember mendatang.

Tugas mereka mendata potensi ekonomi desa yang mengarah pada penguatan ketahanan pangan. 

Pemerintah pusat diketahui mewajibkan alokasi 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Para mahasiswa juga bakal memetakan sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, peternakan, serta produk makanan olahan yang berpotensi menyuplai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, mereka juga akan mendata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara by name by address.

Data tersebut akan menjadi basis pengembangan Lapak Langit, platform digitalisasi desa yang mengintegrasikan barang dan jasa dari para pelaku UMKM Ponorogo. 

Kang Bupati Sugiri Sancoko memberikan pengarahan kepada mahasiswa yang akan berangkat KKN

Kang Bupati Sugiri berharap program ini tak hanya menghasilkan data, tetapi juga menjadi titik awal penguatan kelembagaan ekonomi desa. 

Data yang dikumpulkan, lanjutnya, bisa menjadi pijakan kebijakan ekonomi berbasis potensi lokal yang kolaboratif, lebih tajam, dan tepat sasaran. 

“Tugas kita mengkolaborasikan kreativitas, menggali kreativitas, menumbuhkan kreativitas,” ujarnya. 

“Ponorogo sudah berjejaring dengan kota kreatif dunia. Maka kita undang mahasiswa untuk menyongsong penguatan UMKM, penguatan wisata, perubahan peradaban. Semua kita data detail agar Ponorogo bisa tumbuh kreatif dan kolaboratif.”

Bagikan