Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak, Pemkab Ponorogo Perkuat Edukasi Gizi Keluarga

PONOROGO – Pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang. Karena itu, pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi menjadi kunci dalam upaya pencegahan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo pun menggelar Workshop Posyandu “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dengan Nutrisi dan Stimulasi” di Gedung Sasana Praja Ponorogo, Kamis (6/11/25).

Lokakarya tersebut menghadirkan dokter spesialis anak serta ahli gizi sebagai narasumber. Mereka membedah materi tentang kebutuhan gizi anak serta cara pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan pangan lokal.

Lebih dari 200 peserta mengikuti workshop ini, terdiri dari ibu balita, kader posyandu, tenaga gizi puskesmas, serta anggota TP-PKK Ponorogo.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan baik di lingkungan keluarga maupun posyandu dalam menjaga kesehatan calon ibu, ibu, hingga bayi. 

Ia menekankan bahwa selain pemenuhan gizi, kondisi lingkungan yang bersih, sanitasi yang baik, serta ketersediaan air bersih memadai juga sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan bebas stunting.

“Kita siapkan generasi penerus yang lebih berkualitas dimulai dari bayi-bayi yang tidak stunting. Ibu-ibu harus memberikan perhatian sejak masa kehamilan hingga anak lahir. Kebersihan, sanitasi yang baik, dan gizi merupakan satu kesatuan. Ibu sehat, anak sehat, sehingga lahir generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Ketua TP PKK memberikan pengarahan kepada Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dengan Nutrisi dan Stimulasi

Ketua TP-PKK Ponorogo, Susilowati Sugiri, menambahkan bahwa selain pemenuhan gizi, peran orang tua dalam memberikan kasih sayang sangat penting sebagai fondasi tumbuh kembang anak. Kedekatan emosional dinilai dapat membantu anak tumbuh secara optimal.

“Sayangi anak, perlakukan dengan lembut. Jika kita menyayangi anak dengan baik mereka mental, emosi, dan sifatnya bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Ponorogo mencapai 8 persen berdasarkan data bulan timbang.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya kolaboratif untuk menurunkan angka tersebut sekaligus menekan risiko kematian ibu hamil dan bayi.

“Sebagian besar penyebab stunting adalah kurang atau tidak tepatnya asupan gizi. Maka penting meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi keluarga, khususnya bagi balita,” jelasnya.

Bagikan