Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo terus diperkuat. Evaluasi secara berkala dilakukan untuk memastikan program MBG bisa berjalan sesuai tujuan.
Rapat koordinasi dan evaluasi dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, bersama Koordinator Wilayah BGN Ponorogo, perangkat daerah terkait, Kodim 0802/Ponorogo, dan Polres Ponorogo. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Bantarangin, Jumat (20/2/2025).
Dalam pelaksanaanya, Bunda Lisdyarita menekankan bahwa pengolahan MBG di dapur SPPG harus memenuhi syarat-syarat kelayakan, utamanya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Sertifikat itu merupakan bukti untuk menjamin bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi lingkungan, dan keamanan pangan.
Ia menyebutkan, terdapat 117 titik SPPG di Ponorogo. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40 SPPG telah beroperasi dan mengantongi SLHS.
Pemkab Ponorogo terus melakukan monitoring guna memastikan seluruh SPPG memiliki SLHS sehingga dapat menyajikan MBG yang memenuhi standar mutu, gizi, dan keamanan.
“Karena penerima manfaat ini ada yang rentan mulai dari ibu hamil, menyusui, balita, jangan sampai nanti terjadi hal-hal tidak diinginkan,” terangnya.
Bunda Lisdyarita juga mengingatkan bahwa penerbitan SLHS tidak boleh dilakukan sembarangan. Dinas terkait diminta cermat dalam proses verifikasi higienitas dapur.
“Dalam peluncuran SLHS itu harus sangat hati-hati. Kita akan mengajukan ke BGN bahwa kami minta izin SLHS harus selesai dulu baru bisa beroperasi. Karena itu salah satu cara kita membentengi biar tidak terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa),” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Selain dapat memenuhi gizi anak, MBG juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui peluang lowongan pekerjaan dan distribusi pasokan bahan pangan lokal.
Mengingat cakupan manfaatnya yang luas, Bunda Lisdyarita berharap kerja sama antar pihak dapat terus diperkuat guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami terus mengawal dan memperkuat sinergi dan komitmen seluruh pihak yang tergabung dalam satgas untuk menjamin keberhasilan dan kebermanfaatan MBG secara aman, sehat, dan berkualitas,” tambahnya.