Miliki 7 Lantai, Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo Diresmikan Tokoh Besar NU

Rumah Sakit Umum Muslimat (RSUM) Ponorogo kembali menunjukkan dedikasinya kepada umat melalui gedung baru “KH. Abdurrahman Wahid”. 

Terasa spesial, sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama seperti, Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar, Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri P3A sekaligus Ketum PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi, serta Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meresmikan gedung 7 lantai tersebut, Minggu (30/3/26).

Bersama Plt. Bupati Bunda Lisdyarita, dan tokoh-tokoh NU Ponorogo, peresmian tersebut digelar bersamaan Hari Jadi ke-40 RSU Muslimat Ponorogo.

Rumah sakit yang diresmikan oleh Gus Dur pada tahun 1986 ini kini terus berkembang. Direktur RSU Muslimat Ponorogo, Zuhrianah, menyampaikan bahwa RSUM senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Gedung megah ini semakin melengkapi fasilitas RSUM. Lantai 1 digunakan untuk area parkir, lantai 2 untuk instalasi rawat jalan, lantai 3 untuk kamar bedah, kamar bersalin, dan ICU, lantai 4 untuk ruang perinatologi dan aula, serta lantai 5, 6, dan 7 untuk ruang rawat inap.

“Untuk rawat jalan ini sudah operasional mulai Februari kemarin. Kami sudah lengkap spesialisasinya kecuali kesehatan jiwa belum ada. Mohon doa restu untuk pemanfaatan gedung-gedung selanjutnya,” ungkapnya.

Plt. Bupati Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi atas peran Muslimat NU dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal, khususnya bagi perempuan dan anak. Menurutnya, kehadiran gedung baru ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan organisasi sosial dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami melihat peran muslimat NU sangat luar biasa dalam membentuk generasi unggul. RSUM ini juga tidak sekadar menambah faskes tapi menegaskan komitmen kita bersama dalam melayani kesehatan ibu dan anak yang merupakan pilar utama perlindangan perempuan dan anak,” terangnya.

Senada, Menteri P3A Arifatul Choiri Fauzi berharap RSUM tidak hanya menjadi pusat layanan medis, tetapi juga menjadi rumah sakit yang ramah bagi perempuan dan anak, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan kemanusiaan dan keberpihakan kepada kelompok renta seperti yang diajarkan Gus Dur.

“Saya berharap Rumah Sakit Muslimat NU Ponorogo dapat menjadi rumah sakit ramah perempuan dan anak, yang tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga menjunjung tinggi prinsip perlindungan, empati, dan nondiskriminasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan bahwa peresmian ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingat dan meneladani jasa Gus Dur. Melalui dakwah bilhal (aksi nyata) menjadi upaya yang perlu dikuatkan untuk berkontribusi memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara. 

“Penguatan dakwah bilhal harus kita maksimalkan lagi berikutnya dakwah bilmal kita masifkan lagi. Maka sesungguhnya kekuatan NU akan bisa menjadi menyempurnakan pelayanan dan dedikasi untuk membantu masyarakat. Semoga NU terus kompak dan solid memberikan dedikasi terbaik bagi bangsa dan negara,” harapnya.

Bagikan