Satu Malam, Pusaka Agung Kabupaten Ponorogo Menginap di Kota Lama

Menjelang 1 Suro, tiga pusaka agung Kabupaten Ponorogo -Songsong Kiai Tunggul Wulung, Tombak Kiai Tunggul Nogo, dan Angkin Cinde Puspito– yang selama ini tersimpan di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, dikembalikan ke tempat asalnya, pusat Kota Lama.

Tak hanya ketiga pusaka tersebut, dua pusaka lainnya, Kiai Pamong Angon Geni dan Tombak Kiai Bromo Geni, juga turut di-bedhol, (14/6/2026).

Dengan berjalan kaki dan topo bisu, ribuan bergadha mengawal perjalanan lima pusaka itu menuju kompleks Makam Batoro Katong.

Sepanjang rute, lampu penerangan sengaja dipadamkan. Cahaya obor yang dibawa para bergadha menjadi satu-satunya penerang di gelapnya malam.

Meski malam semakin larut, antusiasme masyarakat tidak surut. Ribuan warga memadati sisi-sisi jalan yang dilalui rombongan kirab, menyaksikan iring-iringan pusaka melintas.

Setibanya di Kota Lama, deretan lilin yang menerangi jalan menuju kompleks makam menyambut kedatangan rombongan. Kawasan tersebut merupakan pusat Kadipaten Ponorogo pada masa lampau.

Di kompleks makam Bathoro Katong, tempat peristirahatan para adipati era Kota Lama, kelima pusaka kemudian diserahkan kepada juru kunci untuk diinapkan selama satu malam. Selanjutnya, pusaka-pusaka tersebut akan dikirab dan di-jamas esok harinya.

Bagikan