Kang Bupati Sugiri Resmikan Museum Desa Bedingin yang Simpan Benda-benda Masa Lalu

Desa sejarah, itulah julukan yang tepat disematkan kepada Desa Bedingin, Kec. Sambit, Kabupaten Ponorogo. Di Desa ini terdapat garis sejarah peradaban Wengker yang tersimpan di Mbeji Sirah Keteng.

Selain itu, semangat masyarakat Desa Bedingin untuk menghadirkan masa lalu ke masa sekarang tidak diragukan lagi. Terbaru mereka menghadirkan Museum Desa Bedingin yang terletak di Area Situs Mbeji Sirah Keteng, Kec. Sambit.

Selengkapnya …

Perdana, Ponorogo Punya Road Sweeper untuk Bersihkan Jalan Protokol

Jalan-jalan protokol di kota Ponorogo bakal semakin bersih. Pasalnya, pengadaan satu unit Truk Penyapu Jalan atau Road Sweeper telah rampung dan kini siap dioperasikan. 

Truk Penyapu Jalan seharga Rp3,7 miliar itu secara perdana dilaunching dan diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Agus Pramono dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup menuju Jl. Hos Cokroaminoto untuk melakukan uji coba, Jum’at (9/8/24). 

“Ini wujud komitmen Pemkab dalam percepatan kebersihan khususnya di wilayah adipura. Harapan kita dengan adanya road sweeper mampu memberikan kebersihan yang meningkat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Gulang Winarno. 

Dioperasikan setiap hari mulai jam 4 hingga 7 pagi, Gulang meminta kerja sama para camat dan lurah untuk turut melakukan sosialisasi kepada warganya. Agar di jam-jam tersebut wilayah jalan kota dapat steril dari kendaraan dan road sweeper dapat beroperasi dengan optimal. 

“Saya minta bantuan pak camat dan pak lurah nanti mensosialisasikan kepada warganya. Tentu jalan yang dilalui road sweeper ini harus steril tidak ada kendaraan. Kalau di tepi tepi jalan ada kendaraan maka tidak optimal pengerjaannya,” pesan Gulang. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agus Pramono mengatakan, hadirnya road sweeper ini merupakan pelengkap sekaligus mengurangi beban pasukan kebersihan. Sehingga upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dapat dikerjakan dengan cepat dan efisien. 

“Ini khusus untuk wilayah jalan-jalan protokol sehingga setiap hari bisa bersih,” terangnya. 

Agus Pramono mengatakan pihaknya bakal terus memantau dan mengevaluasi cara kerja mobil road sweeper tersebut. Jika memungkinkan tidak hanya di pagi hari, road sweeper bakal dioperasikan di jam-jam tertentu lainnya. 

“Mulai hari ini beroperasi, mulai jam 4 sampai 7 pagi. Nanti kita evaluasi. Tidak hanya difungsikan jam 4-7 pagi, sebelum jam 3 sore mungkin bisa dioperasionalkan lagi,” tambahnya.

Pemkab Ponorogo Pastikan Penggunaan DBHCHT Tepat Sasaran dan Aturan

Memastikan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terus dilakukan Pemkab Ponorogo dalam pengunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Untuk mewujudkannya pemahaman yang sama dari semua pengguna anggaran konsisten dijaga. Dibuka oleh Sekda Agus Pramono Sosialisasi dan Finalisasi Perubahan Rencana Kegiatan dan Penganggaran DBHCHT pada P-APBD Tahun Anggaran 2024 pun digelar di Hall Hotel Maesa Ponorogo, (7/8).

“Dana cukai ini menjadi perhatian dan memang kebijakan kita sebagian besar kita arahkan untuk pemenuhan di kesehatan. Presentase-presentase nanti secara teknis mohon disampaikan agar-agar teman-teman lebih paham dan berani melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Agus.

Tidak hanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pun dengan teknis penyerapannya ia menekankan kepada pengguna anggaran harus memastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Laksanakan dengan baik sesuai ketentuan,” pesannya.

Sementara itu, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Ponorogo, Rizky Wahyu Nugroho mengatakan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Abdul Haris Hidayat dari Biro Perekonomian Jawa Timur.

Abdul Haris Hidayat bakal menyampaikan materi mengenai penggunaan, pemantauan dan evaluasi DBHCHT serta penyusunan Perubahan LKPD DBHCHT.

“Untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan DBHCHT agar dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran. Harapan kami diskusi berjalan dengan lebih baik, saling memberikan saran dan masukan,” ujarnya.

Forum IKM Ponorogo Berusia 8 Tahun, Siap Kuatkan Ekosistem Pariwisata Ponorogo

Sewindu sudah Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Ponorogo mendampingi para pelaku IKM untuk lebih berdaya.

Memperingati hari jadinya, F-IKM Ponorogo menggelar IKM Halal Festival dan Fashion Show Batik, Minggu (4/8/2024), di Gedung Sasana Praja Ponorogo.

Mengangkat tema “8 Tahun Dalam Kebersamaan dan Kemandirian”, festival tersebut melibatkan puluhan pelaku IKM dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Juga ada fashion show batik dari Kabupaten Bojonegoro, batik Ponorogo, batik Tulungagung, dan batik SMKN 2 Ponorogo.

Sunarto Ketua F-IKM Ponorogo berharap di usianya ke-8 tahun, F IKM Ponorogo dapat semakin kuat dalam mendampingi para pelaku IKM di Kota Reog agar lebih berdaya.

“Semoga terwujud sesuai dengan slogan kita eratkan kebersamaan menuju kemandirian,” ucap Sunarto.

Berdayanya IKM di Ponorogo itulah yang saat ini sedang diperjuangkan Kang Bupati Sugiri Sancoko. Karena IKM sangat dibutuhkan dalam menguatkan ekosistem pariwisata yang saat ini sedang ia bangun.

Bersamaan dengan pembangunan episentrum pariwisata ekonomi baru yang ia ciptakan ia ingin IKM berdaya pula.

“Mari bersama-sama menyambut datangnya ekosistem pariwisata di Ponorogo. Ketika sudah kuat kami yakin produk IKM semua laku, kuliner, Kraft, fashion, dan sebagainya,” ucap Kang Bupati.