Ratusan tanaman hias berbagai jenis berjejer rapi, dipamerkan pada Kontes dan Bursa Tanaman Hias yang digelar mulai 22-26 Juli 2022 di halaman parkir Gedung Sasana Praja Ponorogo. Ada bunga Sanseviera Spider, Kaktus Putih, Sanseviera Moonshine, Sanseviera kirkii, Burle Max, Sanseviera Pagoda, Venus, Aglonema Suksom, Philo Royal Queen, Epipremnum varigata, Singonium Albo, dan jenis lainnya, tampil cantik dan menawan.
Kontes dan Bursa Tanaman Hias ini menjadi salah satu event yang digelar oleh Pemkab Ponorogo bersama penghobi tanaman hias dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro dan Hari Jadi ke-526 Ponorogo. Ditutup oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko sekaligus penyerahan piala pemenang kontes, Selasa (26/7/2022).
Ketua Penyelenggara Wibowo menginformasikan, kontes tanaman hias diikuti 126 peserta dari berbagai daerah, yakni Ponorogo, Madiun, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, hingga Tangerang. Mereka mengirim tanaman hias terbaiknya untuk dinilai juri berdasarkan performa, kesehatan, dan Karakter tanaman.
Terkait kategori kontes, ungkap Wibowo, ada 8 kategori yang dipertandingkan, yakni Adenium, Aglonema rumpun, Aglonema Tunggal, Sanseviera, Sanseviera Varibata, Sanseviera Rumpun, dan kelas Mix.
“Ada 8 kategori, dinilai berdasarkan performa kesan pertama tanaman, kesehatan kalau ada cacat sedikit saja akan mengurangi nilai, kemudian tampilannya,” ungkap Bowo.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan tanaman hias sangat berpotensi menjadi tambang ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan di Kota Batu, ada Desa Sidomulyo yang disebut desa wisata sejuta bunga. Di daerah ini, tanaman hias mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang luar biasa.
Melalui kontes dan Bursa tanaman hias inilah Kang Bupati Sugiri ingin membangkitkan ghiroh pelaku ekonomi sektor tanaman hias. Mengingat selain keadaan alam Ponorogo mendukung, ceruk pasar tanaman hias masih sangat terbuka.
“Bagaimana kita memancing ghiroh masyarakat kita menjadi pusatnya tanaman hias. Kita punya Ngebel, Sooko, Pudak, Ngrayun, itu cocok dengan Batu. Saya pikir kita tinggal bagaimana menggerakkan ekonomi itu, ekonomi kreatif dari tanaman hias akan mampu membuat Ponorogo menjadi kota wisata,” ujar Kang Bupati.