COVID-19 Tidak Terdengar Namun Masih Mengancam, Vaksinasi Booster Dikebut

Jarang kita dengar, bukan berarti hilang sepenuhnya. Ancaman COVID-19, bisa saja datang tiba-tiba. Untuk menghalau ancaman tersebut, target capaian vaksinasi dari pemerintah pusat harus dituntaskan, terutama vaksinasi booster / dosis ketiga.

Hal ini diingatkan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita ketika memimpin rapat koordinasi percepatan vaksinasi booster bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, dan stakeholder terkait lainnya di Aula Hotel Amaris, Rabu (14/9/2022).

“COVID-19 hari ini masih mengintai dan di beberapa tempat di luar Ponorogo mulai meninggi lagi. Sebagai intervensi efektif untuk memutus rantai covid untuk itu program vaksinasi dari pemerintah pusat wajib,” tekan Bunda Lisdyarita.

Terkait dengan target dan capaian, ungkap Bunda Lisdyarita, untuk dosis 1 dan 2, dengan sasaran 832.349 orang, Ponorogo sudah memenuhi target dari pemerintah pusat (lebih dari 70%). Namun untuk booster, dari 689.022 sasaran dengan target 50%, Ponorogo masih di angka 12,64% (87.081 orang).

“Dosis pertama Alhamdulillah kita sudah capai target, kedua juga sudah, tetapi dosis ketiga yang harus kita kejar,” ujar Bunda Rita, sapaan akrabnya.

Karena itu, ia mendorong tuntasnya target vaksinasi booster. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan COVID-19 benar-benar hilang. Namun, agar masyarakat tidak mendapatkan kesulitan ketika melakukan perjalanan dalam negeri. Mengingat sesuai dengan SE Mendagri vaksinasi booster menjadi salah satu syaratnya.

“Mari kita wujudkan hak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi covid 19 lengkap, dosis 1, 2, dan 3 ,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Diah Ayu Puspitaningarti, upaya-upaya masif terus dilakukan. Mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga jemput bola dengan membuka layanan vaksinasi di fasilitas umum.

Bagikan