BKKBN Jatim Sosialisasi Kesehatan Reproduksi kepada Santriwati Ponpes Al-Iman Ponorogo

Tantangan tidak mudah dihadapi oleh Indonesia untuk melahirkan generasi emas pada tahun 2025, stunting salah satunya. Kekurangan gizi kronis pada bayi yang menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak ini harus diatasi dan dicegah sedini mungkin.

Pengetahuan tentang hal tersebut harus diketahui oleh semua orang, terutama calon ibu. Tepat kiranya bila Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur menargetkan anak-anak usia sekolah mendapatkan pengetahuan tentang hal ini.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (2/11/2022) , BKKBN Jatim melakukan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting kepada 831 santriwati Ponpes Al-Iman Ponorogo. Menghadirkan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Farid Nurdiansyah sebagai narasumber.

“Kedatangan kami untuk sosialisasi tentang kesehatan reproduksi. Karena BKKBN 2021 mendapat amanat melaksanakan satu percepatan penurunan stunting,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati.

Melalui sosialisasi ini, Maria Ernawati berharap santriwati yang menjadi calon ibu mendapatkan pengetahuan tentang mencegah terjadinya stunting pada anak mereka kelak. Seperti merencanakan hamil ketika usianya 21 tahun ke atas. Ketika secara fisik dan mental mereka sudah siap hamil, melahirkan, dan mengasuh anak.

“Walaupun amanah undang perkawinan boleh kawin usia 19 tahun, namun berharap mempersiapkan kehidupan berikutnya dengan baik. Merencanakan hamil di atas 21 tahun. Hamil sehat itu jangan terlalu muda, terlalu dekat, terlalu tua, dan terlalu banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono berharap dengan sosialisasi kepada 381 santriwati ini memberikan dampak besar bagi kualitas generasi Ponorogo mendatang. Pasalnya calon ibu sudah memiliki pengetahuan merencanakan melahirkan anak-anak sehat baik secara fisik, kognitif, maupun mental.

“Semoga sosialisasi kepada 831 santriwati tentang kesehatan reproduksi stunting akan menurun,” harap Sekda Agus.

Bagikan