Rektor IAIN Ponorogo, Evi Muafiah, resmi ditetapkan sebagai profesor di bidang Ilmu Pendidikan Islam IAIN Ponorogo.
Jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi itu, ia dapatkan setelah mendalami ilmu pendidikan islam yang dibuktikan dengan puluhan karya ilmiah, pengalaman serta pengabdiannya. Hingga akhirnya memperoleh SK Guru Besar dari Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas pada 18 Januari 2024 lalu.
Kali ini, Sabtu (11/5/24), berlangsung di Graha Watoe Dhakon IAIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag, dikukuhkan menjadi guru besar oleh Direktur Diktis Kemenag RI, Ahmad Zainul Hamdi.
Pengukuhan itu turut disaksikan Kang Bupati Sugiri, civitas akademika IAIN Ponorogo serta organiasasi dan instansi di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya.
Kang Bupati Sugiri mengucapkan selamat dan sukses kepada Evi Muafiah, atas gelar guru besar yang diraih. Ia mengatakan dengan bertambahnya guru besar itu menunjukkan bahwa IAIN Ponorogo semakin siap untuk menjawab segala tantangan perkembangan zaman.
“Dituntut segala zaman untuk terus berijtihad karena perkembangan kehidupan tidak bisa dihentikan. Mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, peradaban, kemudian ilmu harus bisa menjawab itu. Maka kemudian hadirnya profesor adalah jawaban dari tantangan kehidupan,” teranngya.
Dalam kesempatan itu, Evi Muafiah turut menyampaikan orasi ilmiah dari penelitiannya yang berjudul “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif Menuju Perguruan Tinggi Responsif Gender”.

Ia menjelaskan, terdapat dua model kepemimpinan yang telah ia terapkan untuk mewujudkan Perguruan Tinggi Responsif Gender.
Pertama, model kepemimpinan inklusif, dilakukan dengan mengembangkan keterampilan komunikasi yang inklusif, membuka ruang diskusi sebelum memutuskan kebijakan, menciptakan suasana organisasi yang nyaman dengan menghormati keragaman budaya.
Kedua, kepemimpinan kolaboratif dengan membangun dan terlibat aktif dalam jejaring nasional aliansi PTRG untuk bersama-sama merumuskan kebijakan nasional.
Kemudian mempertimbangkan struktur hierarki organisasi yang adil gender, dan berpartisipasi aktif dalam mengawal kebijakan di tingkat unit dan fakultas untuk menerapkan kebijakan responsif gender.
Dengan dua model itu, ia meyakini dapat menguatkan pengarusutamaan gender di lingkup perguruan tinggi. Sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang berkualitas, nyaman, dan berorientasi pada nilai berkeadilan.
“Kepemimpinan inklusif dan kolaboratif sebagaimana diimplementasikan di IAIN Ponorogo meneguhkan amanat PUG khususnya di bidang pendidikan yaitu menciptakan suasana lembaga pendidikan yang mengutamkanan nilai penghormatan terhadap kemanusiaan tanpa membedakan suku, budaya, dan status ekonomi,” terangnya.
#IAINPonorogo #GuruBesar #proffesor #rektor #ponorogo #ponorogohebat #sugirisancoko #prokopimponorogo