Rotasi jabatan di lembaga pendidikan Kabupaten Ponorogo kembali bergulir. Kali ini, sebanyak 50 Kepala SD dan SMP menerima Surat Keputusan (SK) mutasi serta 19 guru SD dan SMP menerima SK promosi menjadi kepala sekolah.
Surat keputusan (SK) pemindahan dan penugasan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu diserahkan langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko di Aula SMPN 3 Ponorogo, Selasa, (4/6/24).
Kang Bupati Sugiri Sancoko mengatakan jabatan kepala sekolah memiliki peran krusial dalam memajukan sekolah. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus mampu berinovasi dan kreatif dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.
“Yang paling menentukan kualitas sekolah adalah kepala sekolah. Sang kreator ada di kepala sekolah, yang mampu menggerakkan motor agar sekolahnya mampu menerjemahkan kurikulum merdeka belajar,” terangnya.
Dengan implementasi yang tepat itulah dikatakannya menjadi jalan membekali siswa dengan kemampuan, keterampilan, dan pola pikir yang bagus.
“Ibu-ibu bapak-bapak tolong ajari anak-anak untuk merubah mindset. Gunakan waktu kita untuk menyiapkan kualitas generasi masa depan. Caranya dengan ilmu, inovasi, dan teladan,” ungkapnya.
Singo Sumowicitro SMPN 2 Kauman Ikuti Festival Reog Barong Antarbangsa di Malaysia, Kang Bupati MInta Tampil Total dan Maksimal
Grup Reog Singo Sumowicitro dari SMPN 2 Kauman akan mengikuti Festival Reog Barong Antarbangsa di Johor, Malaysia, 7-8 Juni 2024.
Sebelum berangkat ke negeri Jiran, didampingi Plh. kepala sekolah, guru dan orang tua, mereka berpamitan dan meminta doa restu kepada Kang Bupati Sugiri Sancoko di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (3/6/24).
“Mohon doa restu dan pengarahan dari Pak Bupati supaya kita yang berangkat Malaysia bisa selamat dan membawa nama baik Kabupaten Ponorogo. Semoga reog lebih dikenal di dunia internasional dan menjadi kebanggan masyarakat Ponorogo,” ungkap Plh. Kepala SMPN 2 Kauman, Didik Galang Pramuja.

Kang Bupati Sugiri Sancoko pun menyambut baik keterlibatan SMPN 2 Ponorogo dalam festival reog yang digelar negara tetangga itu.
Ia menyebut walaupun polemik kepemilikan Reog sempat menjadi perbincangan, hadirnya festival barongan ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan kesenian asli Ponorogo itu kepada masyarakat dari berbagai negara.
“Kita akhiri polemik budaya, yang penting kita kunjungi kesana sebagai bentuk persahabatan. Toh budaya itu sharing, dikembangkan siapapun Ponorogo sangat siap,” ungkap Kang Bupati.
Kepada Tim Reog Singo Sumowicitro, Kang Bupati Sugiri juga berpesan untuk menampilkan performa terbaik mereka.
“Di pundakmu adalah Ponorogo dan Reog,maka tampillah setotal mungkin, sekafah, sehebat mungkin. Ini di luar negeri harus dilipatgandakan effort dan kualitasnya. Selamat jalan anak-anakku, berangkat selamat dan tampil dengan gemilang,” pesannya.