Haul Ke-309 Kiai Nur Shadiq Tegalsari, Sosok Penghafal Al-Quran Pertama di Ponorogo

Tidak sendiri, saat mendirikan dan mengembangkan Masjid dan Pondok Pesantren Gebang Tinatar, Kiai Ageng Muhammad Besari dibantu oleh adiknya, Kiai Nur Shodiq Al-Hafidz.

309 tahun yang lalu beliau meninggal dunia. Namun peninggalan dan jasanya masih dirasakan generasi saat ini.

Memperingati Haul ke-309 itu, digelar Tegalsari Bersholawat bersama Syubbanul Muslimin dan KH Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah), Minggu (21/7/2024) di dekat makam Kiai Nur Shodiq di Desa Tegalsari, Kec. Jetis. Berjarak hanya beberapa meter dari jembatan gantung yang dibangun Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita menghadiri haul tersebut, bersama masyarakat melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan khidmat mendengarkan tausiyah dari Gus Miftah.

Kiai Nur Shodiq merupakan penghafal Al-Quran pertama di Ponorogo. Makanya disematkan kata “Al-Khafidz” di belakang namanya.

Bersama dengan Kiai Ageng Muhammad Besari beliau menyebarkan ajaran Islam dari nol, melakoni dakwah dari satu pintu ke pintu kepada masyarakat sekitar.

Dengan kesabaran dan keuletan mereka, satu per satu orang mulai datang untuk belajar kepada mereka. Mulailah Pondok Pesantren yang dinamakan Gebang Tinatar didirikan.

Pondok ini diyakini pertama menerapkan proses pembelajaran yang sistematis seperti halnya pondok pesantren saat ini.

#ponorogo#ponorogohebat#sugirisancoko#gusmiftah#lisdyarita#syubbanulmuslimin#tegalsari

Bagikan