Pemkab Ponorogo dan BPJS Bentuk Agen Pesiar untuk Tingkatkan Kepesertaan Jaminan Kesehatan

Sebagai upaya meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pemkab Ponorogo bekerja sama dengan BPJS Kesehatan membentuk agen Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi).

Mereka yang bertugas menyisir dan mengajak masyarakat untuk masuk dan aktif dalam kepesertaan JKN.

Ada 13 desa yang ditunjuk sebagai pilot project lokasi kerja agen pesiar itu. Yakni Desa Bedikulon, Bringinan, Gelang Lor, Grogol, Japan, Kadipaten, Prajegan, Sawoo, Serangan, Sukosari Kec. Babadan, Sukosari Kec. Kauman, Kel. Tamanarum dan Desa Trisono.

Dengan hadirnya program Pesiar itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menargetkan pada tahun 2025 nanti kepesertaan JKN penduduk Ponorogo mencapai 97 persen. Di mana saat ini warga Ponorogo yang sudah menjadi peserta JKN berada di angka 74,9 persen.

“PR nya tinggal 200 ribu orang ini kita pikir mencari solusi, kita petakan,” ucapnya ungkapnya saat pembinaan Program Pesiar, Kamis (18/7/24), di Balai Desa Serangan Kec. Mlarak.

Untuk mencapai target tersebut, tak hanya membantu menyisir, Pemkab Ponorogo bakal memberikan dukungan melalui kebijakan anggaran.

“Saya pikir beban pemerintah kala iuran untuk meng-cover 100 persen secara fiskal kami tidak siap. Tapi upaya untuk menuju kesana terus kami lakukan. Kami tidak hanya mengandalkan Pesiar tapi kami juga sedang petan-petan APBD manakala ada fiskal yang bisa mendorong,” tambahnya.

Senada dengan harapan Kang Bupati, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan berharap dengan program pesiar itu target universal health coverage (UHC) / cakupan kesehatan universal di Kota Reog bisa tercapai.

“Ini kita menggandeng pihak ke tiga. BPJS diberi amanah memberi jaminan kesehatan agar semua penduduk wajib terjamin kesehatannya. Jadi kalau sakit jangan sampai sengsara atau bahkan terkena imbas ekonominya,” ungkapnya.

Bagikan