Olahraga tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan seperti bentengan, gobak sodor, egrang dan lainnya bakal kembali eksis di Kabupaten Ponorogo.
Hal itu, setelah kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kab. Ponorogo periode 2024-2028 resmi dikukuhkan oleh Ketua KORMI Jawa Timur, Jum’at (23/8/24) di Pendopo Agung Ponorogo.
Untuk menguatkan perannya, tak hanya tingkat kabupaten, kepengurusan KORMI juga dibentuk di 21 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo.
Kang Bupati Sugiri yang hadir menyaksikan pengukuhan tersebut mengatakan keberadaan KORMI penting untuk membangkitkan dan menggali potensi olahraga tradisional dalam masyarakat.
Melalui olahraga tradisional, selain menjaga kebugaran, juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan mengeratkan kerukunan.
“Kita ulik untuk menumbuhkan rasa sadar sehat, masyarakat sehat dengan berolahraga, berkumpul, dan bisa menjadi ajang silaturami. Kalau sudah rukun, sehat, kalau diajak membangun Ponorogo akan semakin bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Sugeng Haryono Ketua KORMI Kabupaten Ponorogo menyebut pembentukan KORMI merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.
Ke depan, pihaknya akan segera tancap gas merumuskan program-program untuk mengajak masyarakat hidup sehat dengan cara yang mudah, murah, dan gembira.
“Kita ingin setelah dilantik gas pol. Coba kita kembali ke olahraga tradisional barangkali masyarakat diajak bentengan, engkleng, senam dan lainnya. Kita bangkitkan kembali ayo bergerak berolahraga, tidak harus mahal yang penting sehat dan bahagia,” ucapnya.