Layanan kegawatdaruratan medis di Kabupaten Ponorogo bakal semakin prima. Hal itu setelah Tim PSC 119 di seluruh puskesmas dan rumah sakit se-Ponorogo mengikuti Gladi Kegawatdaruratan “Medical Emergency Response Competition” di Rasad Manunggal Garden Ponorogo, Selasa (05/11/24).
Dyah Ayu Puspitaningarti Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo mengatakan Gladi Kegawatdaruratan merupakan kompetisi sekaligus simulasi guna meningkatkan ketrampilan dan kolaborasi petugas dalam penanganan kegawatdaruratan.
Dalam teknisnya, peserta diberi contoh kasus gawat darurat oleh narasumber dan kemudian mempraktekkan secara langsung bagaimana menangani korban dengan cepat, tepat, hingga selamat.
“Narasumbernya ada dokter spesialis jantung, anestesi dan kandungan obygn. Yang kita lakukan, ketika ada kasus kegawatdaruratan bagaimana penanganannya. Untuk merefresh, menambah ketrampilan supaya nanti bisa diimplementasikan,” ungkapnya.
Pjs Bupati Joko Irianto yang hadir membuka acara tersebut menyambut baik digelarnya acara tersebut.
Dengan hadirnya kegiatan tersebut, ia berharap pasien kegawatdaruratan dapat tertangani lebih sigap dan optimal. Sehingga dapat meningkatkan harapan hidup, mencegah kecacatan hingga menurunkan angka kematian masyarakat.
“Semangat kepada peserta gladi kegawatdaruratan. Semoga ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya