Langkah-Langkah Strategis TPID Ponorogo Amankan Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Dalam rangka menghadapi tantangan inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo mengadakan high-level meeting, Rabu (13/11/2024) di Hall Amaris Ponorogo.

Pertemuan ini digelar untuk membahas langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi di Kota Reog, mengingat tren kenaikan harga yang mulai terjadi di beberapa komoditas.

Meski tren kenaikan harga masih aman, Pjs Bupati Ponorogo Joko Irianto mengatakan perlu langkah-langkah strategis untuk menjaga harga dan stok pangan tetap stabil, utamanya jelang perayaan Natal 2024 dan Libur Tahun Baru 2025.

“Kami memandang inflasi ini masih dalam taraf yang aman. Namun, menyongsong Natal dan Tahun Baru, kita petakan situasi ketersediaan dan harga bahan pokok, serta upaya strategis baik yang sudah dilakukan maupun akan dilakukan,”ujarnya usia membuka high-level meeting TPID.

Dipaparkan Ketua Harian TIPD Ponorogo Agus Pramono pada Oktober 2024, inflasi year on year (YoY) tercatat sebesar 1,22 persen. Sedangkan jika dibanding dengan bulan sebelumnya/month to month (MtM) inflasi tercatat 0,2 persen.

Pun dengan indeks harga pangn IHP Ponorogo, pada pekan kedua November mengalami kenaikan. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga daging ayam ras, bawang merah, dan minyak goreng.

“Untuk menghitung inflasi Oktober kita ikut Kota Madiun karena masih dalam satu wilayah kawasan ekonomi,” jelasnya.

Untuk menjaga harga dan stok bahan pokok stabil, jelas Agus Pramono, TPID Ponorogo konsisten melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan melalui inspeksi langsung ke pasar maupun distributor.

Pemantauan bahan pokok juga dilakukan melalui sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok.

Jika terjadi lonjakan harga di pasar, jelasnya, langkah cepat berupa operasi pasar akan segera dilakukan.

Selain itu, kerja sama antar daerah juga sedang dijajaki untuk mengatasi keterbatasan stok komoditas yang belum bisa diproduksi sendiri oleh Ponorogo.

“Kami telah bekerjasama dengan Bulog untuk melakukan penjualan beras di seluruh kecamatan sesuai permintaan wilayah. Kami juga menjaga keberlanjutan bantuan transportasi untuk angkutan sekolah cerdas sebagai bentuk stabilitas ekonomi,” ujar Ketua Harian TPID Ponorogo.

Bagikan