Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2024 di Kabupaten Ponorogo menjadi momentum penting untuk menggaungkan kesetaraan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (7/12/2024) ini melibatkan ratusan peserta disabilitas dalam berbagai acara inspiratif.
Peringatan HDI dimulai dengan city touring yang diikuti 30 penyandang disabilitas menggunakan sepeda motor modifikasi roda tiga.
City touring ini diberangkatkan langsung oleh Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, dari Paseban Alun-Alun Ponorogo. Didampingi Bunda Lisdyarita, para peserta tampak antusias menikmati perjalanan keliling kota.

Setelah city touring, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar HDI di Gedung Cadika, Jalan Pramuka, Ponorogo. Dalam acara tersebut, siswa dari berbagai yayasan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) menampilkan bakat mereka melalui tari tradisional, pantomim, musik, fashion show, hingga pameran karya.
Tidak hanya itu, bazar produk hasil kerajinan penyandang disabilitas juga turut meramaikan acara.
Ketua Panitia HDI, Ide Bagus Fendi, mengapresiasi upaya Pemkab Ponorogo yang terus melibatkan disabilitas dalam berbagai program pembangunan.
Ia menyebut fasilitas dan hak-hak disabilitas, seperti kepemilikan SIM D dan jaminan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), telah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, 85 persen disabilitas di Ponorogo sudah tercover KIS, dan 90 persen sudah memiliki SIM D berkat kerja sama dengan Polres Ponorogo,” ungkap Fendi.
Kepala Dinas Sosial dan P3A Ponorogo, Supriadi, menambahkan bahwa pemberdayaan disabilitas menjadi prioritas Pemkab.
Pemberian pelatihan kewirausahaan dan keterampilan, seperti menjahit, membatik, membuat anyaman, hingga pemasaran online, terus dilakukan untuk membuat mereka semakin berdaya.
“Ada yang mulai berjualan online, dan kami akan terus mendorong agar hasil karya mereka dapat dikenal lebih luas melalui platform digital,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Ponorogo juga menyediakan formasi khusus untuk disabilitas dalam rekrutmen CPNS.

“Bahkan, di Dinas Sosial ada staf dari formasi disabilitas, dan kinerjanya sangat baik,” tambah Supriadi.
Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menegaskan pentingnya kesetaraan dalam membangun Ponorogo yang inklusif.
Ia yakin dengan dukungan dan gotong royong semua pihak, penyandang disabilitas mampu berdaya dan setara serta berkontribusi besar untuk kemajuan kota reog.
“Luar biasa bakat dan semangat para disabilitas Ponorogo. Kita bangun Ponorogo bersama, tanpa meninggalkan siapa pun,” tutupnya.