Hujan deras berkepanjangan dan jebolnya sejumlah tanggul memicu banjir di Ponorogo.
Tercatat 14 desa di 7 kecamatan terdampak banjir, yakni Sambit, Mlarak, Jetis, Ponorogo, Balong, Siman, dan Sawoo.
Kang Bupati Sugiri Sancoko merespons cepat dengan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari untuk mempercepat penanganan bencana.
Evakuasi warga terdampak sudah dilakukan sejak Minggu malam di bawah komando langsung Kang Bupati Sugiri Sancoko.
Para pengungsi sementara ditempatkan di berbagai lokasi aman, termasuk Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.
“Tadi malam sudah mulai dievakuasi. Kita fokuskan di pendopo agar penanganannya lebih cepat” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko, Senin (16/12/2024).
Untuk memastikan logistik terpenuhi, sejumlah dapur umum telah didirikan. Bantuan makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok menjadi prioritas di tengah situasi darurat ini.
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turut meninjau langsung banjir di Kelurahan Paju dan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo Kota. Ia memastikan upaya perbaikan tanggul akan segera dilakukan.
“Dinas PU Sumber Daya Air Jatim sudah siap memperbaiki tanggul yang rusak. Namun, saat ini belum bisa dilakukan karena air masih tinggi. Kami berharap malam ini perbaikan sudah bisa dimulai,” ungkap Adhy.