Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 digarap hampir bersamaan oleh Pemkab Ponorogo.
Untuk menuntaskan dua dokumen perencanaan tersebut, Pemkab Ponorogo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 sekaligus Forum Konsultasi Publik penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD, Senin (17/3/2025), di Aula Bappeda Litbang Ponorogo.
Selain dihadiri unsur pemerintah, dua agenda tersebut juga dihadiri kalangan akademisi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, dan unsur lainnya.
Kang Bupati Sugiri Sancoko dalam paparannya menyampaikan ada 9 sasaran utama pembangunan yang bakal digarap oleh Pemkab Ponorogo.
Di sektor pertanian meningkatkan produksi dan produktivitas petani tetap menjadi konsen pemkab. Pembangunan sumur dalam dan embung di antara program yang bakal dikerjakan.
“Dengan irigasi yang memadai, kita berharap Indeks pertanaman paling tidak 300,” ujarnya.

Selain itu, pemkab bakal fokus mendorong sistem pertanian organik di Kota Reog. Bahkan Kang Bupati menargetkan pada tahun 2029 nanti, 25 ribu hektare sawah di Ponorogo menerapkan sistem pertanian tersebut.
“Pertanian organik tidak hanya untuk keberlanjutan lingkungan dan kesehatan pangan, namun ini memberikan nilai tambah bagi hasil petani. Karena harga produk pertanian organik itu lebih mahal dari pertanian kimia,” ucapnya.
Sektor pariwisata juga tetap menjadi prioritas utama Kang Bupati dan Bunda Lisdyarita. Meneruskan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban, mengembangkan Kawasan Wisata Telaga Ngebel, revitalisasi Taman Wisata Ngembag, dan mengoptimalkan Waduk Bendo di antara program yang bakal dikerjakan.
Untuk menggairahkan sektor ini, pemkab juga bakal mengadakan banyak event baik budaya maupun religi.
“Grebeg Suro, Haul Bathoro Katong, Bumi Reog Berzikir, dan event-event lainnya akan kita dorong agar ada perputaran ekonomi,” jelasnya.
Penguatan perempuan tidak luput dari perhatian pemkab. Sejumlah program pemberdayaan telah disiapkan, melanjutkan program-program pada tahun sebelumnya.
“Mengapa perempuan itu penting, karena merekalah melahirkan anak-anak kita, mendidik anak-anak kita. Jika ingin negara hebat, maka perempuan harus hebat,” ucapnya.
Di sektor ekonomi dan keuangan, untuk memperkuat ekonomi daerah, Pemkab Ponorogo menargetkan revitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menuju angka Rp1 triliun.
Di sektor pendidikan, selain meningkatkan mutu pendidikan yang ada, peningkatan rata-rata lama sekolah tetap menjadi prioritas Kang Bupati.
“Dari indikator IPM, yang butuh kita tingkatkan rata-rata lama sekolah. Yang lulusan SD, kita luluskan SMP, yang SMP kita luluskan SMA, dan lulusan SMA kita support untuk kuliah,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur dan lingkungan hidup, percepatan pembangunan jalan dan penataan kota menjadi langkah strategis untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru bakal dikejar. Pemkab juga berkomitmen dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup agar pembangunan berjalan seimbang dan berkelanjutan.
Berikutnya reformasi birokrasi terus digenjot dengan prinsip bersih, melayani, transparan, dan berbasis teknologi informasi. Pemkab Ponorogo menargetkan percepatan transformasi menjadi smart city untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
“Kita berupaya meningkatkan layanan publik dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.
Sasaran terakhir yang juga menjadi andalan Kang Bupati Desa Hebat. Dengan sejumlah program yang telah disiapkan ia ingin desa bisa berdaya, mandiri, dan sejahtera masyarakatnya.
“Yang membentuk Ponorogo ya desa-desa, maka desa harus hebat agar Ponorogo Hebat bisa merata,” tekannya.