Tidak hanya bekerja, perantauan warga Ponorogo di Jabodetabek yang tergabung dalam Sedulur Wengker Ponorogo (SWP) juga berkarya. Tidak bisa dilepaskan dari tanah leluhur, mereka mengembangkan kesenian Reog Ponorogo di tanah rantau.
Momen mudik Lebaran tidak hanya digunakan bertemu keluarga, namun juga kesempatan bagi mereka memainkan reog di tanah asal.
Pertunjukan dilakukan bersamaan dengan Halal Bihalal yang digelar di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Sabtu (5/4/2025).
Kang Bupati Sugiri Sancoko yang hadir pada halal bihalal tersebut menuturkan rasa kagum atas kecintaan dan upaya perantau dalam turut serta melestarikan dan menyebarluaskan Reog Ponorogo.
Reog terbukti mampu menjadi simbol kebersamaan dan identitas warga Ponorogo dimanapun berada.
“Kebahagiaan bagi kami panjenengan semangat dalam menyebarluaskan reog. Semoga di perantauan semakin sukses, guyub, dan rukun dengan sedulur Ponorogo semua,” ucap Kang Bupati.