Ponorogo Andalkan Sektor Pertanian, Produktivitas Padi Dapat Pujian Wagub Emil Dardak

TEPAT jika Bupati Sugiri Sancoko menjadikan sektor pertanian sebagai unggulan perekonomian Kabupaten Ponorogo.

Produktivitas yang tinggi dan kualitas hasil pertanian yang baik membuat sektor ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak.

Hal itu terlihat saat Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Lisdyarita, serta jajaran Forkopimda menghadiri Panen Raya Padi Musim Kedua dan Gerakan Tanam Serentak di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, pada Rabu (23/4/2025).

Dari lahan seluas 291 hektare, para petani mampu menghasilkan rata-rata 7,5 ton padi per hektar. Emil pun mengaku terkesan dengan capaian tersebut.

Emil menyebut produktivitas pertanian di Bumi Reog, selain faktor kesuburan tanah, juga tidak terlepas dari sistem dan pola tanam yang diterapkan oleh petani. Selain itu, sarana dan prasarana produksi bisa dikatakan tercukupi dengan baik.

“Kok panennya bisa tinggi? Karena tanahnya lebih subur, damennya atau potongannya nempel itu didiamkan menjadi unsur hara yang membantu tanah lebih gembur, ditambah di berbagai titik juga ada pompa air,” ucapnya.

Emil juga mengapresiasi langkah Bupati Sugiri dalam mendorong kelompok tani (gapoktan) untuk mengelola persemaian di dua lahan, yang mempercepat siklus tanam dan panen.

“Dengan sistem ini, dalam dua tahun bisa mencapai hingga tujuh kali musim tanam,” imbuhnya.

Meski begitu, Emil menyoroti tantangan pada aspek penyerapan gabah. Ia menegaskan pentingnya peran Bulog dalam menjaga harga jual agar menguntungkan petani.

“Ada kasus gabah menumpuk selama tiga hari, lalu tengkulak membeli dengan harga rendah. Sekarang Bulog turun tangan. Dari target 12 ribu ton serapan, sudah 8 ribu ton berhasil dibeli,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa luas tanam padi di Ponorogo terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Didukung program penguatan pertanian, produksi padi di Ponorogo bisa mencapai 400 ribu ton per tahun.

“Ponorogo memang wilayah pertanian. Kami memiliki lahan baku sawah seluas 34 ribu hektare, dengan luas area tanam mencapai hampir 76 ribu hektare. Di beberapa wilayah seperti Babadan, lahan bisa ditanami hingga tiga hingga empat kali dalam setahun,” kata Sugiri.

Lebih lanjut, Kang Bupati menyatakan bahwa saat ini pemerintah daerah bersama petani mulai mengembangkan pertanian organik. Selain menjaga lingkungan dan kesehatan pangan, pertanian organik juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil tani.

“Kami berupaya terus menjaga kualitas hasil pertanian, dan saat ini mulai beralih ke pertanian organik,” pungkasnya.

Bagikan