Ranwal RPJMD 2025–2029 Masuk Pembahasan di DPRD, Kang Bupati Paparkan Arah Pembangunan 5 Tahun ke Depan

Setelah melalui penyempurnaan dari hasil forum konsultasi publik, Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 kini memasuki tahap pembahasan di forum legislatif bersama para wakil rakyat.

Pada sidang paripurna DPRD Ponorogo di Aula Bappeda Litbang, Senin (14/4), Kang Bupati Sugiri Sancoko memaparkan ranwal dokumen arah dan rencana pembangunan Ponorogo periode lima tahun tersebut.

Kang Bupati Sugiri menyampaikan bahwa arah pembangunan Ponorogo akan tetap berpijak pada visi besar “Ponorogo HEBAT”, akronim dari Harmonis, Elok, Bergas, Amanah, dan Takwa.

Ia menjelaskan bahwa visi ini tidak sekadar slogan, melainkan prinsip dasar yang akan diwujudkan secara nyata dalam kebijakan dan program pembangunan.

“Untuk mewujudkan itu kita butuh kebersamaan, bukan sekedar slogan tetapi kita hijrah menjadi kenyataan,” ujarnya.

Untuk merealisasikan visi “Ponorogo HEBAT”, Kang Bupati telah merumuskan sembilan program unggulan yang akan menjadi pilar utama pembangunan Kabupaten Ponorogo selama lima tahun ke depan.

Program pertama adalah Pertanian Hebat, yang difokuskan pada upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan Ponorogo sebagai lumbung pangan organik. Program ini akan menyentuh aspek ketahanan pangan sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya, Masyarakat dan Perempuan Hebat diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga, memberdayakan perempuan, serta membangun masyarakat yang inklusif dan partisipatif dalam pembangunan.

Dalam bidang pariwisata, Pariwisata Hebat akan mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam sebagai motor penggerak ekonomi daerah. 

Monumen Reog, Telaga Ngebel, hingga destinasi wisata religi akan dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sektor ekonomi daerah akan diperkuat melalui Ekonomi dan Keuangan Hebat. Dalam program ini, Kang Bupati menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun.

Upaya ini didukung oleh pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Di bidang pendidikan, Pendidikan Hebat akan mengedepankan pendidikan berbasis agama dan budaya, bertujuan membentuk generasi yang unggul dalam sumber daya manusia sekaligus berakhlak mulia.

Kang Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan melalui pemberian beasiswa, termasuk untuk kuliah di kampus swasta.

Selain itu, pendidikan kesetaraan akan terus didorong, terutama bagi aparatur pemerintah desa yang belum mengenyam bangku kuliah melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Kita ingin lama sekolah meningkat. Pendidikan kesetaraan juga menjadi fokus, khususnya bagi perangkat desa yang belum kuliah,” ujar Kang Bupati.

Bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting. Melalui Kesehatan Hebat, Pemkab akan memperkuat upaya preventif dan promotif, serta meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat dengan membangun rumah sakit di beberapa titik strategis.

Salah satunya adalah rencana pendirian Rumah Sakit Tipe D di Ngebel dan pengembangan Puskesmas di Selur menjadi fasilitas rumah sakit serupa.

“Kami ingin masyarakat di wilayah selatan seperti Ngrayun dan sekitar wisata Ngebel bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa harus jauh-jauh,” jelasnya.

Untuk menunjang mobilitas dan kenyamanan warga, Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Hebat akan mengakselerasi pembangunan jalan, penataan kota, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Tujuan akhirnya tak hanya kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk meraih penghargaan Adipura.

Di sektor pemerintahan, Birokrasi Hebat dicanangkan untuk menciptakan sistem birokrasi yang tanggap, cepat, dan berbasis teknologi.

Hal ini menjadi langkah adaptif menghadapi perkembangan zaman demi pelayanan publik yang lebih baik.

Terakhir, Desa Hebat menjadi program yang menyasar pembangunan desa mandiri. Melalui penguatan sektor pariwisata lokal, UMKM, serta kapasitas pemerintahan desa, program ini diharapkan mendorong pemerataan pembangunan dari desa.

Menindaklanjuti ranwal tersebut, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyampaikan bahwa DPRD bakal memastikan agar RPJMD sejalan dengan aspirasi masyarakat serta visi dan misi kepala daerah. Untuk itu, DPRD membentuk panitia khusus (Pansus) guna mendalami rancangan awal RPJMD ini.

“Ini awal yang kemudian akan dilanjutkan pansus dimana nanti akan disampaikan utuh oleh Bappeda dan kita akan mendiskusikan. Setelah itu akan berproses untuk perda tentang RPJMD lima tahun ke depan,” ujarnya.

Bagikan