Haul KH Bukhori, Bunda Lisdyarita Ajak Jaga Ajaran dan Spirit Perjuangannya

Ribuan jamaah memadati kompleks Pondok Pesantren Al Bukhori di Dusun Mangunan, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, pada Minggu (25/5/2025), dalam rangka memperingati haul KH Bukhori, ulama kharismatik sekaligus pendiri pondok Al-Bukhori.

Diceritakan pengasuh ponpes, KH Imam Muslim, Ponpes Al Bukhori merupakan salah satu pondok tertua di Ponorogo, berdiri pada era 1850-an, dan memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah barat Ponorogo.

Pondok ini didirikan oleh KH Bukhori, seorang santri sekaligus prajurit Pangeran Diponegoro yang hijrah ke Ponorogo setelah sang pahlawan ditangkap Belanda. Sejak didirikan pondok ini menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam yang terus hidup hingga kini.

Bersama KH Abdul Minhad Al Muhyi, KH Bukhori merintis dakwah di tanah yang dahulu masih sunyi, dengan mendirikan masjid yang kelak menjadi cikal bakal pondok pesantren di Dusun Mangunan.

Meski telah lama wafat, nama besar KH Bukhori tak pernah pudar di hati para santri dan masyarakat.

Haul beliau menjadi momen penting bagi warga untuk mengenang, mendoakan, serta meneguhkan kembali semangat perjuangan sang kiai.

Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, turut hadir di tengah jamaah, turut mendoakan dan menjaga spirit perjuangan sang kiai.

Bunda Lisdyarita mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengenang jasa para leluhur yang telah meletakkan pondasi spiritual dan sosial bagi generasi kini.

Tak cukup mengenang, ia berpesan agar ajaran, keteladanan, dan spirit perjuangannya harus terus dipegang generasi saat ini.

Ia juga berharap keberkahan dari KH Bukhori terus mengalir dan menjadi cahaya penuntun bagi masyarakat Ponorogo dalam menghadapi tantangan zaman.

“Mari kita jaga warisan beliau. Doakan, rawat peninggalannya, dan lanjutkan semangat perjuangannya dalam kehidupan kita sehari-hari,” pesan Bunda Lisdyarita. 

Bagikan