Kang Bupati Tekankan Bangun Ekosistem Pariwisata dan Industri Kreatif Butuh Kerja Kolektif

Upaya menjadikan Kabupaten Ponorogo sebagai kota wisata dan kota kreatif tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora).

Ekosistem wisata tidak berdiri sendiri. Perlu dukungan dari berbagai sektor seperti infrastruktur, UMKM, lingkungan hidup, pengembangan SDM, komunikasi informasi, kesehatan, investasi, hingga ekonomi kreatif. Semua harus terintegrasi dan saling memperkuat.

Karena itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa pembangunan Ponorogo sebagai kota wisata dan kota kreatif adalah pekerjaan kolektif lintas sektor yang memerlukan gotong royong seluruh perangkat daerah. 

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Pendopo Agung, Senin (26/5/2025).

“Destinasi tidak sekedar wahana tapi destinasi adalah kebudayaan, maka saya mengetuk pintu hati ASN untuk siap menjadi pelopor terdepan di dalam proses pengembangan wisata dan ekosistemnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Bupati juga memaparkan beberapa agenda strategis yang membutuhkan gerak serempak seluruh perangkat daerah untuk menyukseskannya. 

Disampaikannya bahwa tahun ini, bersama Malang, Ponorogo berhasil masuk ke tahap akhir seleksi untuk bergabung dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO/ UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

“Masuk UCCN bukan sekadar soal nama, tapi soal kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai event kreatif yang menunjukkan bahwa Ponorogo memang layak,” tambahnya.

Beberapa event kreatif juga telah disiapkan oleh Pemkab Ponorogo. Setelah sukses menggelar Ponorogo Creative Festival pada 22–24 Mei lalu, Pemkab kini bersiap menyelenggarakan agenda budaya tahunan Grebeg Suro yang akan digelar pada Juli mendatang. 

“Sebentar lagi akan ada grebeg suro, waktunya tinggal singkat. Saya ingin benar-benar semua kerja keras, dibuat lebih bagus, karena kita sedang menuju kota wisata,” jelasnya.

Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, inovasi lain juga tengah disiapkan Kang Bupati berupa gelaran “Pancasila Night” atau Car Free Night di Jl. Urip Sumoharjo. 

Jalan utama itu akan ditutup pada malam hari dan dijadikan ruang publik lintas budaya dan agama, menampilkan kekayaan seni lokal seperti hadrah, wayang, jaranan, hingga barongsai.

“Pancasila harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita hidup dari perbedaan yang tumbuh bersama. Ada Muslim, Kristen, Hindu, Buddha. Semua kita libatkan. Kita punya Kampung Pecinan dan kebudayaan yang harus diangkat,” terangnya.

Kang Bupati optimistis berbagai event kreatif ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, akan tercipta perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada UMKM.

“Kita siapkan dulu kota wisata sebagai episentrum aktivitas. Kalau sudah ada kunjungan, ada spending. Efek dominonya akan terasa, UMKM akan bergerak,” pungkasnya.

Bagikan