8 Aksi Konvergensi Dijalankan Serius, Prevalensi Stunting di Ponorogo Turun Jadi 8,06 Persen

PONOROGO – Delapan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tuntas dijalankan Pemkab Ponorogo sepanjang tahun 2024.

Program yang dijalankan secara terkoordinasi, terpadu, dan melibatkan berbagai pihak ini membuahkan hasil nyata. Prevalensi stunting turun sebesar 1,27 poin persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi 8,06 persen.

Capaian dan step by step aksi konvergensi tersebut dipaparkan dengan gamblang oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Ponorogo kepada tim panelis penilaian aksi konvergensi Provinsi Jawa Timur, dari Ruang Bantarangin, Gedung Krida Praja, Rabu (11/6/2025).

“Berdasarkan bulan timbang pada tahun 2024, prevalensi stunting di Ponorogo 8,06 persen,” paparnya.

Dipaparkan Kang Bupati delapan aksi konvergensi yang dijalankan mencakup identifikasi sebaran stunting, perencanaan program dan kegiatan, dukungan anggaran, penguatan regulasi, pembinaan dan pemberdayaan kader, manajemen data, publikasi dan sosialisasi, serta evaluasi dan review kinerja program. 

“Aksi kami dilakukan tidak setengah-setengah. Secara anggaran, secara politik, dan secara gerakan kami kerahkan agar anak-anak di Ponorogo bisa tumbuh dengan sehat dan berkualitas,” ujar Kang Bupati.

“Upaya ini bukan sekadar urusan administratif. Kami ingin memastikan bahwa intervensi benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Kang Bupati menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas jauh lebih menantang dibanding pembangunan fisik. Oleh karena itu, Pemkab Ponorogo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif.

“Membangun jalan dan jembatan itu mudah. Tapi membangun peradaban, mencetak generasi yang sehat dan unggul, itu butuh gotong royong. Kami libatkan TNI, Polri, Kemenag, NU, Muhammadiyah, karang taruna, semua bersama-sama menyelamatkan generasi penerus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kang Bupati menekankan bahwa upaya keras tersebut bukan dilakukan demi penghargaan semata, melainkan sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.

“Dinilai atau tidak oleh panelis, inilah cara kami bekerja. Inilah bentuk pengabdian kami. Kami ingin bayi-bayi di Ponorogo tumbuh menjadi generasi yang sehat, hebat, dan berakhlak baik,” pungkasnya.

Bagikan