PONOROGO – Puncak kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 SMAN 1 Slahung berlangsung meriah.
Pada Kamis (13/6/25), pihak sekolah menggelar acara Pengajian Umum Nada & Dakwah yang menghadirkan Ustadzah Titik Kartini bersama Grup Rebana Modern “KUSUKA NADA” dari Sragen, Jawa Tengah.
Tak hanya diikuti oleh keluarga besar SMAN 1 Slahung, acara yang digelar di halaman sekolah ini juga berhasil menyedot antusiasme masyarakat sekitar.
Kang Bupati Sugiri Sancoko yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku bangga dengan perkembangan dan kontribusi SMAN 1 Slahung yang kini telah berusia 42 tahun.
Menurutnya, meskipun berada jauh dari lingkar kota, SMAN 1 Slahung mampu membuktikan kualitasnya dengan berbagai prestasi serta mampu melahirkan peserta didik yang hebat.
“Sekolah ini sudah 42 tahun, sudah banyak menorehkan prestasi dan melahirkan murid-murid hebat,” terangnya.
Di hadapan para siswa, Kang Bupati Sugiri menyampaikan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk karakter yang baik.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada para siswa untuk terus semangat dalam belajar, berkarya, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anakku, hidup itu tentang belajar. Maka jangan pernah berhenti belajar, dan setelah lulus SMA kalian harus kuliah. Karena dengan kuliah akan membuka kunci pengetahuan, membuka gembok peradaban, dan di sana terdapat peradaban yang baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SMAN 1 Slahung menyatakan bahwa pihak sekolah terus mendorong dan mendukung siswa untuk melanjutkan pendidikan.
Terbukti, hampir 80 persen lulusan SMAN 1 Slahung telah diterima di berbagai perguruan tinggi, termasuk melalui jalur SNMPTN dan UTBK.
“Lulusan tahun ini berjumlah 160 siswa, dan hampir 80 persen melanjutkan ke perguruan tinggi. Tahun ini penerimaan di perguruan tinggi meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan akademik, untuk memperkuat karakter islami sekaligus mendukung program Perbup Ngaji Bupati, SMAN 1 Slahung juga telah membuka kelas tahfidz. Diikuti oleh 38 siswa, angkatan pertama dijadwalkan akan diwisuda pada Juli tahun ini.
“Tahun ini kami menyelenggarakan kelas tahfidz yang diikuti oleh angkatan pertama sebanyak 38 siswa. Semoga pada Juli nanti bisa diwisuda. Ini bagian dari program Pak Bupati yang kami lanjutkan dan kembangkan,” tambahnya.