PONOROGO – Gedung ‘Aisyiyah Qur’anic Boarding School menjadi kado spesial dari PDA Ponorogo kepada Aisiyah di usianya yang menginjak 108 tahun.
Dibangun di lahan 4.000 meter persegi di Jl. Letjen Suprapto, Kel. Ronowijayan, Kec. Siman, gedung tersebut siap digunakan untuk proses belajar mengajar tingkat SMP dan SMA tahun ini.
Sabtu (21/6/25), gedung tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat, Aisyiyah Hj. Salmah Ruhbiyah dan Ketua Pimpinan Aisyiyah Jawa Timur, Rukmini Amar.
Ketua PDA Ponorogo Titi Listyorini menjelaskan, pembangunan gedung berlangsung cukup singkat, yakni selama delapan bulan dengan total anggaran 6,7 miliar.
Tak hanya bangunan untuk proses belajar mengajar, gedung tersebut juga dilengkapi masjid dan asrama bagi santriwati.
“Mulai pembangunan 10 Oktober 2024 dan berakhir 6 Juni 2025. Ditengah pembangunan tersebut muncul keinginan membangun masjid, alhamdulillah ada tawaran bantuan dari atturos senilai 400 juta. Dengan selesainya masjid dan bangunan ini, total senilai 6,7 miliar,” terangnya.
Kang Bupati Sugiri yang turut hadir pada acara tersebut mengungkapkan apresiasi atas kontribusi dan inovasi ‘Aisyiyah yang terus memberikan manfaat bagi umat.
Ia meyakini, hadirnya gedung baru tersebut bakal menjadi gerbang pendidikan untuk mencetak generasi berkualitas dan berakhlakul karimah.
“Aisyiyah ini memang cerdas banget, saya menghaturkan sukses atas diresmikannya qur’anic boarding school. Mudah-mudahan benar-benar menjadi Sang Surrya yang bersinar dan menerangi bumi Indonesia,” ungkapnya.
Titis Listyorini menjelaskan Gedung baru tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata Aisiyah bagi dunia pendidikan di Kota Reog. Selama ini PD Aisiyah Ponorogo telah membina 143 TK dan sekolah luar biasa.
Tak berhenti disitu, dalam waktu dekat PD Aisyiyah Ponorogo juga akan membuka program Pusat Layanan Disabilitas (PLD) untuk pengembangan dan kemandirian ABK.
“Sebagai komitmen kami dalam membina dan mengupayakan kemandirian bagi kehidupan yang lebih baik bagi ABK, maka insyaallah tahun ajaran ini kami membuka program PLD yang merupakan pilot project dari pusat,” terangnya.
Di bidang lain berbagai program dan inovasi juga terus dilakukan ‘Aisyiyah untuk mencerahkan kehidupan bangsa.
Diantaranya, di bidang sosial, PDA Ponorogo aktif menyantuni anak berkebutuhan khusus, para lansia, dan dhuafa.
Di bidang ketahanan pangan, melalui inovasi program pemberdayaan gerakan lumbung hidup Aisyiyah (GLHA). Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian keluarga.
“Usaha menebar kebaikan yang diterapkan Aisyiyah salah satunya adalah melalui GLHA. Di Ponorogo telah terbentuk GLHA baik perorangan atau kelompok di desa. Di Pulung alhamdulillah mendapat kejuaraan tingkat Jatim kategori inovasi pemasaran,” tambahnya.