PONOROGO – Potensi pertanian dan peternakan yang menjanjikan, menjadikan Kabupaten Ponorogo dipilih Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai langganan lokasi Kuliah Kerja Nyata.
Tahun ini sebanyak 120 mahasiswa dari berbagai program studi akan melakukan pengabdian mulai 23 Juni – 8 Agustus 2025 yang tersebar di 15 desa dari tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pudak, Sokoo, dan Ngebel.
Sebelum terjun ke lokasi KKNT, rombongan mahasiswa itu diterima langsung oleh, Kang Bupati Sugiri, Bunda Lisdyarita, Sekda Agus Pramono, beserta jajaran Pemerintah Kecamatan terkait di Aula Lt. 8 Gedung Graha Krida Praja, Senin (23/6/25).
Dekan Fakultas Teknik Pertanian IPB, Slamet Budijanto mengatakan KKNT Inovasi merupakan kegiatan yang selaras dengan program kurikulum merdeka. Dimana mahasiswa bakal bersosialisasi, menggali permasalahan, sekaligus merancang solusi untuk kepentingan masyarakat desa.
“Setiap desa ditempatkan 7 hingga 10 mahasiswa dengan beberapa bidang keahlian yang saling mendukung dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Sementara itu, Kang Bupati Sugiri menyebut, sangat tepat menempatkan mahasiswa di Kecamatan Sokoo, Ngebel, dan Pudak. Pasalnya, wilayah tersebut memiliki kekayaan alam, wisata, hingga potensi pertanian dan peternakan yang luar biasa.
“Tiga kecamatan ini punya keunikan yang luar biasa. Ngebel itu punya presentase air, punya telaga, punya durian yang sangat mempesona. Lalu ada Pudak dan Sooko punya peternakan sapi yang jumlahnya ribuan dan pertaniannya yang bagus,” ungkapnya.
Kang Bupati Sugiri pun mendukung penuh hadirnya 120 mahasiswa KKNT IPB tersebut. Ia meyakini dengan kontribusi dan disiplin ilmu yang mereka miliki, mampu menggali potensi dan membawa perubahan yang lebih baik bagi desa.
“Dengan tangan terbuka dan hati gembira kami resmi menerima KKN Tematik mahasiswa IPB. Dengan IPB sudah berkali-kali KKN Tematik dan hasilnya luar biasa. Begitu ditinggal IPB maka hari itu juga ada perubahan maindset dari petani, dari desa akan semakin maju,” ujarnya.