Dari Desil 1 Menuju Desil 10, Kang Bupati Ajak Guru Satukan Komitmen Sukseskan Sekolah Rakyat

PONOROGO – Perhatian khusus terus diberikan Kang Bupati Sugiri Sancoko dalam mengawal keberlangsungan kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Ponorogo. 

Usai penyerahan SK (14/7/25), kali ini (16/7/25) Kang Bupati mengundang kepala sekolah dan para guru SR untuk berdiskusi menyamakan visi dan arah pelaksanaan KBM bagi anak-anak dari keluarga desil 1/kurang mampu tersebut.  Bertempat di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, diskusi berlangsung hangat dan akrab.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana, melainkan juga pada kematangan proses KBM yang akan dijalankan.

Disampaikannya, Sekolah Rakyat mengusung sistem berbasis asrama. Para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga diperkuat dengan pembelajaran karakter melalui pendekatan non-formal yang intensif selama 24 jam.

Nilai-nilai keagamaan, kepemimpinan, cinta tanah air, hingga keterampilan hidup ditanamkan secara menyeluruh dalam keseharian peserta didik.

Karena itu, kata Kang Bupati, peran pendidik sangat vital dalam merancang dan mengeksekusi kegiatan belajar mengajar, baik formal maupun non-formal.

“Semua harus berkoordinasi dengan baik, mulai dari ekstrakurikuler, intrakurikuler, kurikulum malam, pemantapan cinta negara, hingga penguatan akhlakul karimah. Semua ini harus kita diskusikan bersama,” ujar Kang Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai panutan yang sikap dan perilakunya akan berpengaruh pada karakter siswa.

“Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. Maka saya tekankan, sikap, kedisiplinan, dan keteladanan guru harus mendekati sempurna karena mereka menjadi cermin bagi anak-anak,” ujarnya.

Dengan persiapan yang matang dan penyamaan persepsi tersebut, Kang Bupati berharap Sekolah Rakyat yang akan mulai berjalan pada 24 Juli mendatang dapat menjadi harapan baru bagi anak dari keluarga kurang mampu.

“Agar saat sekolah benar-benar dimulai, kita sudah memiliki persepsi yang sama. Anak-anak dari desil 1 ini bisa luar biasa dan kelak mampu menempati posisi desil 10,” pungkasnya.

Bagikan