PONOROGO – Hijrah dari zakat konsumtif menuju zakat produktif. Itulah semangat yang dipegang Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Bukan lagi sekadar memberi bantuan yang habis pakai, zakat kini diarahkan menjadi modal pemberdayaan agar penerimanya bisa bangkit dari kemiskinan.
Rabu, 20 Agustus 2025, di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, program Ponorogo Makmur kembali berjalan. Sebanyak 33 ekor kambing diserahkan kepada keluarga penerima manfaat (mustahiq).
Ketua Baznas Ponorogo, Kholid Ali Husni, mengaku sangat puas dengan perkembangan program serupa di wilayah sebelumnya.
“Kambing sudah kami salurkan di Ngebel, Sooko, Pulung, dan sekarang di Jenangan. Di tempat sebelumnya, perkembangannya bagus,” kata Kholid.
Dukungan penuh datang dari Kang Bupati Sugiri Sancoko. Ia menekankan, zakat tidak boleh berhenti di konsumsi jangka pendek, melainkan harus melahirkan kemandirian ekonomi.
“Zakat ini harus hijrah menjadi zakat produktif. Harapannya, mampu mengangkat masyarakat keluar dari masalah sosial,” ujar Kang Bupati.
“Kami dorong ASN untuk menyalurkan zakat dan infaq melalui Baznas,” imbuhnya.