Dukung Ketahanan Pangan Nasional, 42 Pesantren di Ponorogo Tanam Jagung Bhayangkara

PONOROGO – Polres Ponorogo bersama 42 pondok pesantren resmi memulai program penanaman jagung kuartal ketiga sebagai bagian dari mendukung ketahanan pangan nasional.

Dimulainya program tersebut ditandai dengan penanaman benih jagung secara simbolis oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko dan jajaran Forkopimda di lahan seluas 3,5 hektare milik Pondok Pesantren Arrisalah, Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Rabu (6/8/2025).

Program ini merupakan implementasi dari salah satu poin Asta Cita Presiden RI yang mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan.

Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu wilayah pelopor yang bergerak cepat melaksanakan program ini.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menyampaikan apresiasinya kepada Ponorogo dalam sambungan Zoom.

Ponorogo menjadi lokasi penanaman terluas di Jawa Timur dengan total luas lahan mencapai 71,4 hektare.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu, menjelaskan bahwa benih jagung yang ditanam merupakan varietas unggul “Bhayangkara” yang dikembangkan oleh Pemkab Ponorogo bersama PT PAM.

Sebanyak 1,2 ton benih disiapkan dan akan dibagikan secara gratis untuk mendukung keberhasilan tanam. Dukungan lain juga diberikan oleh pemkab melalui bantuan alat dan mesin pertanian.

“Bantuan benih ini berasal dari PT PAM, perusahaan yang turut menginisiasi pengembangan jagung Bhayangkara. Selain itu, Pemkab juga memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian atau alsintan melalui Dinas Pertanian,” jelas AKBP Andin.

Tak hanya melalui pondok pesantren, untuk mendukung ketahanan nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menggagas program penanaman jagung secara masif melalui gerakan “Satu Desa, Satu Hektare”. Program ini direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2025 mendatang.

“Pak Bupati sudah menginstruksikan agar setiap desa menanam jagung di lahan seluas 1 hektare. Dengan total 307 desa, berarti akan ada tambahan 307 hektare lahan tanam jagung yang menggunakan benih Bhayangkara,” tambah Kapolres.

Bagikan