Konsisten Dijalankan, Festival Tengah Sawah Berpeluang Masuk KEPO

PONOROGO – Masyarakat Desa Tanjungrejo Kecamatan Badegan kembali menggelar “Festival Tengah Sawah” Minggu, (7/9/25). 

Tradisi setiap tahun yang konsisten digelar sejak 6 tahun yang lalu itu, merupakan wujud mensyukuri nikmat Allah SWT atas panen yang melimpah.

Berlangsung meriah, festival diawali dengan kirab budaya. Tumpeng besar yang berisi hasil bumi dan berbagai tumpeng encek dibawa masyarakat berkeliling desa. 

Usai dikirab, tumpeng tersebut dikumpulkan ke tengah sawah di Dukuh Genggong. Di lokasi itu, masyarakat berkumpul dan kenduri pun dilakukan.

Suasana hangat dan guyub rukun begitu terasa ketika Kang Bupati Sugiri ikut berdoa  dan makan tumpeng bersama warga. Acara semakin meriah, kala tumpeng besar dipurak  warga.

Mengambil tema “Petani Nyawiji, Gusti Berkahi”, Budi Ketua Panitia mengatakan bahwa festival ini menjadi pengingat masyarakat untuk selalu bersyukur atas hasil panen.

“Petani nyawiji, Gusti berkahi. Dengan bersatu padu, bekerja dengan hati, insyaallah Gusti  akan berkahi. Jadi konsep kita, para petani jangan bersusah tatkala harga gabah turun, jangan terlalu berbungah ketika harga gabah naik, karena ada beras yang perlu kita pikirkan ketika naik,” ungkapnya.

Kang Bupati Sugiri yang tiga tahun terakhir hadir dalam acara tersebut mengungkapkan rasa bangganya. Dari tahun ke tahun festival Tengah Sawah kompak digelar dan semakin meriah.

Atas konsistensi itu, Kang Bupati Sugiri bakal menjadikan “Festival Tengah Sawah” sebagai salah satu rangkaian di Kharisma Event Ponorogo (KEPO) tahun 2026.

“Semoga tahun depan acara ini masuk ke KEPO. Maka nanti dibesarkan tidak hanya sehari tapi rangkaain 2-3 hari. Umek pokoknya harus hidup. Kita bertani hidup, sawah kita subur itu karena berkat Tuhan Yang Maha Esa dan usaha keras, tetapi alangkah indahya sambil bertani sambil berwisata,” terangnya.

Dengan masuknya sebagai rangkaian “KEPO” Kang Bupati meyakini, dapat meningkatkan wisata desa sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Tahun depan ditata, panitia rundingan agar tahun depan masuk KEPO agar umek. Jadi Ponorogo itu punya KEPO nanti Tanjungrejo punya Festival Tengah Sawah bisa masuk itu. Keterlibatan rakyat harus ada, tumpengnya ditambah, gotong-royong ditambahi biar keren,” ujarnya.

Bagikan