PONOROGO – Enam hari sudah (11-16 Oktober 2025), Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML) yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ponorogo terlaksana.
Diikuti 616 guru, KMD dan KML itu secara resmi ditutup oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko bersama Wabup Bunda Lisdyarita di Lapangan Kec. Sukorejo, Kamis malam (16/10/25).
Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyematan pin narakarya sebagai simbol tahap pembinaan selanjutnya.
Dalam sambutannya, Kang Bupati Sugiri yang juga Kamabicab Gerakan Pramuka Ponorogo itu menyampaikan selamat atas lulusnya peserta mengikuti KMD dan KML.
Tak sekadar pelatihan, KMD dan KML, dinilainya merupakan wadah kolaborasi dalam menyiapkan kualitas pembina pramuka yang handal dan berkarakter.
“Kehadiran panjenangan mengikuti KMD, KML adalah sebuah rencana panjang untuk mengukir sejarah bangsa yang elok mempesona,” ujarnya.
Dari pembina berkualitas itulah, Kang Bupati berharap dapat meneruskan ilmunya dalam mendidik karakter generasi masa depan. Sehingga lahir generasi yang tangguh, cerdas, cinta NKRI, serta berakhlak mulia.
“Murid-murid yang kita cintai adalah kader-kader bangsa yang akan kita titipi masa depan bangsa dan negara. Jadikan anak-anak tersebut anak yang berkarakter pramuka. Yakni yang bermental baja, berwawasan luas, cinta lingkungan, berakhlakul karimah, mencintai NKRI, dan berbakti pada orang tua,” tambahnya.
Tak berhenti di pelatihan ini, Kang Bupati mendorong pembina pramuka untuk terus melanjutkan pelatihan dan pembinaan tahap selanjutnya.
“Jangan lupa ketika selesai KMD dan KML dilanjutkan untuk pelatihan selanjutanya. Ini penting sekali karena anak-anak kita butuh teladan yang mampu menjadi obor mereka untuk menenrangi kegelapan,” ungkapnya.