PONOROGO – Sebanyak 6.000 buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau dan masyarakat rentan di Kabupaten Ponorogo bakal memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.
Bantuan total 5,4 miliar dengan masing-masing senilai Rp900.000 itu, disalurkan secara bertahap mulai tanggal 25-28 November di 7 titik. Yakni di Rest Area Biting Badegan, Balai Desa Nongkodono, Balai Desa Tatung, Balai Desa Sedarat, Balai Desa Plancungan, dan Balai Desa Siwalan.
Selasa (26/11/25), penyaluran perdana diserahkan secara simbolis oleh Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, di Pendopo Agung Ponorogo.
Melalui bantuan ini, Plt. Bupati Bunda Lisdyarita berharap, dapat bermanfaat bagi penerima dan mampu memacu semangat mereka dalam bekerja.
“Kepada penerima BLT DBH CHT semoga dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dapat meningkatkan kinerja kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta berkontribusi bagi Ponorogo Hebat,” terangnya.
Meskipun terdapat pemangkasan anggaran dari pusat, Pemkab Ponorogo, terang Bunda Lisdyarita, memastikan bantuan tetap diterima masyarakat tepat sasaran.
“Rencana kemarin penerimanya tidak 6.000, tetapi separuhnya. Makanya saya berfikir lebih baik menyesuaikan anggaran tetapi tetap menjangkau 6.000 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Ponorogo Arief Efendi menyampikan bahwa 6.000 penerima itu terdiri dari 642 buruh pabrik rokok, 5.308 buruh tani tembakau, serta 56 masyarakat rentan yang terdampak bencana alam dan sosial.
“Sumber dana BLT ini berasal dari DBHCHT 2025. Tujuan diselenggarakan penyaluran BLT ini agar tepat sasaran dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para buruh tani tembakau, buruh parik tembakau, dan masyarakat lain,” ungkapnya.