Carangrejo Culture Fest, Bukti Kreativitas dan Budaya Hidup di Setiap Sudut Ponorogo

PONOROGO – Ponorogo memang layak menyandang predikat Kota Kreatif. Tak hanya di pusat kota, berbagai event seni dan budaya tumbuh subur hingga ke pelosok desa. Salah satunya terlihat dari Carangrejo Culture Fest (CFF) yang digelar Pemerintah Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung.

Festival tahunan ini berlangsung selama empat hari, 31 Oktober–2 November 2025, dengan rangkaian kegiatan yang sarat nilai tradisi: ziarah makam sesepuh desa, kawin air, doa bersama, dzikrul ghofilin, hiburan seni pelajar, hingga puncak acara berupa pagelaran wayang kulit sebagai simbol bersih desa.

Pada Minggu malam (2/11/2025), Kang Bupati Sugiri Sancoko hadir di tengah-tengah mereka dan membuka pagelaran wayang kulit yang dimainkan Dalang Ki Hasti Gondo Suyatno di lapangan desa. 

Dalam sambutannya, Kang Bupati Sugiri menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Carangrejo dalam menjaga tradisi sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif.

Kang Bupati Sugiri Sancoko membuka pagelaran wayang kulit

Menurutnya, CFF bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pemberdayaan ekonomi dan penguatan identitas Ponorogo sebagai Kota Budaya. 

Ia juga menyampaikan kabar menggembirakan: Ponorogo resmi bergabung dalam jejaring Kota Kreatif Dunia versi UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN), bersama lebih dari 400 kota lain di seluruh dunia.

“Event seperti Carangrejo Culture Fest bisa memutar ekonomi masyarakat. Dengan begitu, ekonomi desa tumbuh dan budaya tetap hidup,” ujar Bupati Sugiri.

Ia menegaskan bahwa pengakuan dari UNESCO ini perlu diikuti dukungan nyata dari seluruh masyarakat. Setiap desa di Ponorogo diharapkannya turut membangun ekosistem industri kreatif.

“Mulai sekarang, semua desa harus punya event kreatif. Reog harus ngremboko, tapi budaya lain juga wajib tumbuh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Carangrejo, Kamsun, menyatakan siap mendukung penguatan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Ponorogo. Salah satunya melalui komitmennya untuk terus mengembangkan dan menyelenggarakan CFF di tahun-tahun mendatang.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah meramaikan UMKM. Tahun ini ada sekitar 100 pelaku UMKM yang terlibat, padahal tahun lalu hanya sekitar 40. Ini perkembangan luar biasa. Terima kasih juga kepada Pak Bupati yang telah memberikan sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Bagikan