PONOROGO – Tiga puluh tahun sudah KH. Adam Basori, pendiri Institut Sunan Giri (INSURI) Ponorogo, wafat. Hingga kini, perjuangan dan warisan keilmuannya tetap terasa melalui berbagai lembaga yang beliau dirikan dan kembangkan.
Untuk mengenang jasa beliau, Ikatan Alumni INSURI Ponorogo menggelar Haul Almaghfurlah KH. Adam Basori yang dirangkai dengan Reuni Akbar di halaman kampus INSURI pada Minggu (16/11/25).
Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo, para ulama, serta keluarga besar INSURI hadir untuk menabur bunga dan memanjatkan doa bagi al-Maghfurlah.
Dalam sambutannya, Bunda Lisdyarita menyampaikan rasa bangganya kepada INSURI Ponorogo yang sepanjang perjalanannya telah mencetak banyak tokoh hebat.
Sejak berdiri pada 1968, para lulusan INSURI telah melalang buana dan menjadi figur pemimpin hebat di berbagai bidang.
“Alhamdulillah INSURI luar biasa selama ini menghasilkan orang-orang hebat. Dalam bekerja sama dengan pemerintah Ponorogo juga luar biasa,” ungkapnya.
Melalui Haul dan Reuni Akbar yang juga disertai musyawarah besar, ia berharap lahir gagasan serta program strategis untuk mendukung pembangunan Kabupaten Ponorogo.
“Semoga semakin hebat semakin jaya semakin sukses semakin menambah orang-orang hebat di Ponorogo. Ayo sareng-sareng bekerjasama untuk membangun Ponorogo yang lebih hebat,” tambahnya.
Rektor INSURI Ponorogo, Asvin Abdur Rohman, memaparkan besarnya kontribusi KH. Adam Basori dalam mengembangkan INSURI.
Selama hampir tiga dekade (1968–1996), almarhum memimpin INSURI hingga berkembang menjadi pusat pendidikan agama Islam di Ponorogo.
Selain memajukan INSURI, KH. Adam Basori juga aktif mengembangkan cabang-cabang lembaga Nahdlatul Ulama. Warisan keteladanan dan keikhlasannya menjadi nilai yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Mbah Adam tidak pernah memerintah, tetapi memberi contoh. Sifat-sifat kebaikan beliau menunjukkan keikhlasan dalam membangun lembaga ini,” ungkapnya.