PONOROGO – Meski angka pengangguran turun setiap tahunnya, upaya memperluas kesempatan kerja terus dilakukan Pemkab Ponorogo. Salah satunya melalui bursa kerja atau job fair yang rutin diadakan setiap tahun.
Terbaru, job fair digelar di Graha Watoe Dhakon pada 5–6 November 2025. Bursa kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo bekerja sama dengan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari tersebut dibuka langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (5/11/2025).
Kesempatan emas tidak disia-siakan oleh para pencari kerja. Lebih dari 3.000 orang mendaftar, mayoritas berasal dari lulusan SMA/SMK sederajat.
Job Fair kali ini menyediakan 5.619 lowongan pekerjaan dari 43 perusahaan dengan total 120 posisi. Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, jasa keuangan, ritel, digital, teknologi informasi, pendidikan, hingga penyaluran tenaga kerja luar negeri.
Menariknya, tidak hanya pendaftaran dan konsultasi pekerjaan yang tersedia. Sebanyak 18 perusahaan juga membuka sesi wawancara langsung di lokasi, sehingga pencari kerja berkesempatan diterima bekerja pada hari yang sama.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa Job Fair ini diibaratkan sebagai “Jabal Rahmah” dalam dunia ketenagakerjaan, tempat bertemunya pencari kerja dan pemberi kerja.
“Ini upaya gotong royong semua pihak. Kita mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga dengan niat dan harapan bersama,” ujarnya.
Kang Bupati juga berpesan agar perusahaan tidak hanya menilai calon pekerja berdasarkan nilai atau data administratif semata. Tetapi turut menimbang kemampuan dan kemantapan hati mereka.
“Saya menghimbau kepada perusahaan jangan hanya melihat kompetensi berdasarkan angka-angka di kertas. Dalamilah jiwanya, tataplah mata pencari bekerja ini serius ingin cari kerja, maka jangan sembarang ditolak,” pesannya.
Senada, Wakil Rektor III UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Miftahul Huda, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, job fair menjadi bagian dari tanggung jawab kampus dalam membantu calon lulusan mendapatkan karir yang layak.
“Kampus saat ini berkewajiban memastikan calon alumni dapat mengembangkan karier dengan baik. Karena itu, kami sangat mendukung pelaksanaan job fair ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Ponorogo, Suko Kartono, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Ponorogo terus turun tiap tahunnya. Jika pada tahun 2023 masih berada di angka 4,46 persen, tahun 2024 menjadi 4,1 persen.
Melalui Job Fair dan program ketenagakerjaan lainnya, pihaknya menargetkan angka pengangguran turun hingga 3 persen pada tahun 2026.
“Target Pak Bupati adalah 3 persen, dan ini terus kita upayakan. Salah satunya melalui Job Fair ini. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa tercapai,” ujarnya.