PONOROGO – Industri kreatif dan Muhammadiyah dua kekuatan yang klop. Ketika berjalan beriringan dapat saling melengkapi, saling menguatkan, dan memberikan dorongan nyata bagi kemajuan Ponorogo.
Rasa syukur atas ditetapkannya Ponorogo sebagai bagian dari jejaring Kota Kreatif dunia versi UNESCO pun turut disampaikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo.
Pada resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di GOR Singodimejo, Sabtu (22/11/2025), PDM Ponorogo menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut.
Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menegaskan bahwa kota kreatif tidak dapat berdiri sendiri. Kota kreatif membutuhkan ekosistem yang kuat, termasuk pelaku ekonomi kreatif, jaringan usaha, lembaga pendidikan, dan basis komunitas yang solid.
Muhammadiyah telah memiliki seluruh prasyarat itu melalui jaringan amal usaha yang mapan, terstruktur, dan tersebar di berbagai sektor strategis.
“Dalam urusan usaha, Muhammadiyah sangat hebat,” ujar Lisdyarita.
Karena itu, ia mengajak Muhammadiyah memperkuat kerja sama dalam menggarap berbagai potensi Bumi Reog demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, mengemban amanah dari rakyat, sementara Muhammadiyah mengayomi para anggotanya. Meski berbeda mandat, keduanya bertemu pada satu titik kesamaan, yaitu sama-sama mengabdi untuk warga Ponorogo.
“Ponorogo telah masuk dalam jajaran kota kreatif. Karena itu, saya berharap dukungan dari Muhammadiyah terus hadir melalui berbagai kegiatan sehingga Ponorogo semakin hebat dan masyarakatnya sejahtera,” ucapnya.