Spontan, Para Seniman Rayakan Ponorogo Masuk Jejaring Kota Kreatif Dunia UNESCO

PONOROGO – Sabtu malam (1/11/2025), tanpa aba-aba dan tanpa rencana resmi, para pelaku industri kreatif pertunjukan di Ponorogo spontan turun ke jalan.

Mereka merayakan dengan suka cita ditetapkannya Ponorogo sebagai salah satu kota kreatif dunia versi UNESCO, sehari sebelumnya, tepat pada 31 Oktober 2025.

Beragam pertunjukan digelar di empat titik sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Ada Reog, musik, hingga jaran thik yang tampil silih berganti menandai euforia tersebut.

Kini, Ponorogo resmi bergabung dengan 408 kota di dunia yang menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Penetapan ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, bertepatan dengan peringatan Hari Kota Sedunia.

Kang Bupati Sugiri Sancoko bersama para seniman sambut status UCCN Ponorogo

“Artinya, kita ber-sister city dengan 400 lebih kota kreatif dunia. Di Indonesia ada lima kota,” ujar Kang Bupati Sugiri Sancoko, yang hadir menemui para seniman di tengah perayaan tersebut.

Menurut Kang Bupati, dengan subsektor unggulan Craft (Kriya) and Folk Art (Seni Rakyat), Ponorogo siap berjejaring dan bermitra dengan kota-kota lain yang menjadikan budaya dan industri kreatif sebagai bahan bakar pembangunan.

Langkah ini juga melanjutkan jejak Reog Ponorogo yang sebelumnya telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada Desember 2024 lalu.

“Kita masuk kategori kriya dan seni rakyat. Lagi-lagi, Reog berperan penting hingga akhirnya Ponorogo menjadi bagian dari UCCN,” terangnya.

Masuknya Ponorogo ke jaringan kota kreatif dunia, kata Kang Bupati, membuka peluang besar bagi Bumi Reog untuk memacu potensi yang selama ini dimiliki.

Budaya, kreativitas, dan sumber daya manusia menjadi modal utama untuk melahirkan daya baru yang kuat, menarik wisatawan, membuka ruang investasi, dan menunjukkan bahwa kreativitas wong ndeso bisa bersinar di panggung global.

“Maka kita punya peluang lebih besar untuk mempromosikan apa saja, budaya apa saja,” ujarnya dengan nada yakin.

Di hadapan para pelaku industri kreatif, Kang Bupati menegaskan bahwa peluang besar tidak datang dua kali. Harus ada arah dan langkah nyata untuk menangkap momentum ini.

Para pelaku industri kreatif, tegasnya, harus menjadi panglima, memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi Ponorogo agar tak hanya hidup, tapi menghidupi.

“Saya menggedor pintu yang paling dalam. Meraih UCCN itu tidak gampang. Ini momentum kita untuk bangkit, perekonomian, karakter bangsa, budaya, dan kreativitas. semua harus bergerak,” tegasnya.

Bagikan