Di Ponorogo, PKL FKM Unair Pilih UKS untuk Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

PONOROGO – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga kembali melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kabupaten Ponorogo. 

Pada tahun 2026 ini, PKL FKM Unair menyasar target yang lebih spesifik –masyarakat sekolah–, melalui penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Sebanyak 220 mahasiswa diterjunkan mulai Senin, 5 Januari 2026. Mereka diterima dan dilepas langsung oleh Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. 

Selama hampir satu bulan, 5 Januari – 3 Februari 2025, mahasiswa FKM Unair akan berkegiatan di 20 desa dan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Siman dan Jenangan.

Bunda Lisdyarita menyambut baik pelaksanaan PKL tersebut. Ia berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik langsung di masyarakat.

“Kalau di kampus teorinya sudah didapat, maka PKL ini menjadi praktiknya. Adik-adik akan bertemu dan menghadapi masyarakat secara langsung. Kami titip, lakukan yang terbaik agar kualitas kesehatan di Ponorogo semakin baik,” ujar Bunda Lisdyarita.

Sementara itu, Koordinator PKL Program Studi S1 FKM Unair, Damai Arum Pratiwi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas dalam program Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo bertajuk Gebrak UKS Pren atau Gerakan Bersama dan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Usaha Kesehatan Sekolah Pelajar Keren.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan mendampingi sekolah dasar dan menengah pertama untuk memperkuat Trias UKS, –pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat–. 

Skema kerja PKL pun disusun secara terstruktur, dimulai dari identifikasi masalah dan penyusunan rencana aksi, hingga pelaksanaan intervensi langsung di sekolah dan masyarakat. 

“Setelah PKL, kami harapkan UKS semakin optimal dan dijalankan dengan baik di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Lanjut Damai Arum, PKL ini menempatkan sektor pendidikan sebagai pintu masuk utama peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 

FKM Unair menilai pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah lebih efektif dibandingkan intervensi yang dilakukan saat masalah kesehatan sudah muncul.

Melalui program ini, pelajar diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, tetapi juga mampu menularkan kebiasaan hidup sehat ke lingkungan mereka.

“Harapan kami, melalui upaya peningkatan sejak dini, pelajar akan menjadi generasi penerus yang membawa Kabupaten Ponorogo semakin sehat, memiliki perilaku hidup sehat, dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” tandasnya.

Bagikan