Menyambut 1 Suro, aparatur Kabupaten Ponorogo ‘silaturrahmi batin’ dengan para pendahulu, untuk mengenang sekaligus merawat ikatan spiritual dengan nilai-nilai perjuangan yang telah mereka wariskan.
Minggu (14/6/2026), Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah melaksanakan safari ziarah makam leluhur ke enam lokasi bersejarah di Ponorogo.
Ziarah diawali ke Komplek Makam Batoro Katong, tempat peristirahatan adipati pertama Ponorogo, dan beberapa adipati setelahnya yang berada di Desa Setono, Kecamatan Jenangan.
Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke Makam KRMA Mertonegoro -bupati pertama Kota Tengah-, di Desa Tajug, Kecamatan Siman.
Perjalanan berlanjut ke Makam Ki Ageng Muhammad Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Kecamatan Jetis. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Makam RMAA Tjokronegoro, tokoh ulama sekaligus Bupati Ponorogo periode 1856-1882, Astana Srandil atau Makam R.M. Mertokusumo yang dikenal sebagai pejuang Ponorogo, serta Taman Makam Pahlawan Wira Patria Paranti, tempat para pejuang kemerdekaan dimakamkan.
Di setiap lokasi, doa dipanjatkan dengan penuh khidmat. Kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara sebagai simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa para leluhur yang telah meninggalkan warisan hebat, Ponorogo.
Bunda Lisdyarita berharap kegiatan ziarah dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk melanjutkan semangat perjuangan para leluhur dalam mewujudkan Ponorogo yang lebih hebat, maju, dan bermartabat.