Dulur… Terletak di bagian Timur Kabupaten Ponorogo, Desa Klepu Kecamatan Sooko terasa istimewa. Tidak hanya dianugerahi keindahan alam, keindahan hubungan sosial antar masyarakat juga terwujud di Desa ini. Dua agama (Islam dan Katolik) dengan jumlah umat hampir sama besarnya hidup berdampingan dengan rukun.
Dengan harmoni yang terajut di Desa Klepu ini, tidak salah bila Kang Bupati Sugiri Sancoko menyebutnya sebagai cerminan “Indonesia kecil”.
Hal ini Kang Bupati Sugiri sampaikan ketika bersama Wakil Bupati Bunda Lisdyarita menghadiri Perayaan Ulang Tahun Ke-10 Gereja Katolik Paroki Santo Hilarius Klepu, Kamis (13/1/2022).
“Klepu ini Prototype Indonesia kecil, cerminan Indonesia kecil. Umat muslim 50 persen lebih sedikit dan umat Katolik 50 persen kurang sedikit. Tapi bisa duduk bersanding, guyub rukun, tentrem,” tutur Kang Bupati Sugiri.
Dulur… Respon positif dan apresiasi tinggi disampaikan oleh siswa, guru, dan wali murid kepada program Oxford AQA International Curriculum yang dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Dalam dialog santai dengan Kang Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (13/1/2022) di Pendopo Kabupaten Ponorogo, mereka sepakat program ini menghadirkan suasana dan harapan baru bagi pendidikan di Ponorogo. Mengingat mulai dari kurikulum, buku, guru, sampai sistem penilaiannya dimodelkan dan diselaraskan dengan kerangka dan standar Inggris.
“Dengan adanya Oxford Aqa International Curriculum ini kemampuan bahasa inggris kami meningkat tajam, kami juga mendapatkan mata pelajaran yang sebelumnya tidak kami dapatkan di kurikulum nasional, dan tentunya kami juga bertemu guru-guru hebat yang mengajar kami,” ujar salah satu siswi.
“Bagus banget, anak saya jadi bisa lancar berbahasa Inggris,” kata salah satu orang tua murid.
Sedangkan Kang Bupati Sugiri mengungkapkan melalui program Oxford AQA International Curriculum ini harapannya pendidikan bisa maju dan generasi masa masa depan Ponorogo mampu berpikir global.
“Harapannya dengan adanya kurikulum ini (Oxford AQA International Curriculum, red) pendidikan kita khususnya di Kabupaten Ponorogo bisa lebih maju dan bisa bersaing, bahkan kalau bisa hingga tingkat internasional, ucap Kang Bupati.
Lebih lanjut, Kang Bupati menjelaskan kemajuan pendidikan tersebut tidak hanya berdampak pada siswa yang mengikuti program Oxford AQA International Curriculum. Namun juga berdampak pada siswa Ponorogo secara umum. Mengingat pada gelombang 2 program ini akan dilakukan melalui seleksi terbuka dari semua sekolah di Ponorogo. Dengan adanya seleksi terbuka, para siswa akan berjuang mendapatkan satu tempat di Program ini.
Sedangkan Yohanes Yahya perwakilan dari Oxford AQA Curriculum International di Indonesia menyampaikan apresiasinya kepada Kang Bupati yang telah mengambil langkah menggunakan kurikulum internasional. Ia menilai langkah ini sangat tepat, karena pendidikan global menurutnya jembatan masa depan dunia dan generasi muda Indonesia.
Sebagai informasi di tahun pertamanya sekaligus menjadi pilot project, program ini diikuti 120 siswa perwakilan dari SMPN 1 Ponorogo, SMPN 1 Jetis dan SMPN 1 Badegan. Di mana masing-masing sekolah mengirimkan 40 siswa terbaiknya. Pada program ini siswa mendapatkan 6 pelajaran, yakni Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Komputer Sains.
Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita terus memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak usia 6-11 tahun yang mengikuti vaksinasi COVID-19. Kali ini Kamis (13/1/2022), giliran SDK Santa Maria Ponorogo, SD Immersion Ponorogo, dan SDN 2 Tonatan yang dikunjungi.
Dari tiga sekolah tersebut total ada 493 sasaran dengan perincian 83 dari SDK Santa Maria, 175 siswa SD Immersion, 233 siswa SDN 2 Tonatan.
Dari ketiga titik lokasi tersebut, terlihat antusiasme anak-anak dan orang tua sangat tinggi. Kang Bupati Sugiri dan Wabup Bunda Rita juga nampak memberikan motivasi kepada anak-anak yang terlihat takut ketika divaksin.
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Se-Ponorogo, Ibu Susilowati Sugiri Sancoko: Siap Memfasilitasi Gedung Mall PKK
TP PKK Kabupaten yang dinahkodai ibu Susilowati Sugiri Sancoko terus melakukan pergerakan salah satunya dengan melantik Ketua TP PKK Kecamatan Se-Ponorogo, Kamis (13/1/2022) di Aula Sasana Praja.
Pelantikan ini sekaligus momentum dimana ada pemaparan semua program di tahun 2021 dari empat pokja sudah dilaksanakan dengan baik. Dan dari semua program tersebut yang sekiranya berhasil menumbuhkan ekonomi akan diteruskan bahkan ditingkatkan di tahun 2022.
Melalui sambutannya, Ibu Susilowati Sugiri Sancoko bahkan memberikan kabar baik jika akan ada car free night dan car free day sebagai langkah awal pemberdayaan ekonomi sebelum membuat mall PKK.
“Apabila PPKM sudah level 1 maka akan diadakan car free night dan car free day yang nantinya masing-masing perwakilan dari 21 kecamatan akan diberikan space dari perempatan pasar legi sampai ngepos”, kata Ibu Sus, sapaan akrabnya.
Ibu Susilowati Sugiri Sancoko juga menambahkan jika nantinya akan diadakan mall PKK dimana rencananya dipusatkan di gedung sebelah selatan Aloon-aloon Ponorogo.
“Sembari menyiapkan mall PKK, masing-masing kecamatan mempersiapkan satu produk unggulan dimana diharapkan tidak sama antar kecamatan”, imbuh Ibu Susilowati.
Di momen pelantikan ketua TP PKK ini, Kang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama wakil bupati Bunda Lisdyarita berharap dengan adanya sepuluh program pokok PKK mampu dilaksanakan dengan baik sehingga kedepan ada perbaikan ekonomi Ponorogo yang luar biasa.
“Saya mimpi besar PKK mampu menerjemahkan sepuluh pokok program tidak hanya sekedar ekonomi tapi, juga pendidikan sehingga kemudian Ponorogo menjadi lebih baik”, ujar Kang Bupati. (Ulf/SP)
Sejak kick off vaksinasi anak (8/1/2022), Kang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko beserta Wakil Bupati Bunda Lisdyarita terus gencar melakukan tinjauan ke sekolah.
Rabu (12/1/2022) giliran SDN 3 Sawoo menjadi sasaran berikutnya. Terdapat kuota 193 dosis vaksin Sinovac yang diberikan.
Kang Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bersama dengan Pengurus IPSI Periode 2021-2025 berkomitmen dan siap memajukan olahraga Pencak Silat di Kabupaten Ponorogo. Menurutnya IPSI menjadi wadah ideal untuk mempersatukan semua aliran dan perguruan pencak silat di Ponorogo guna bersama-sama melestarikan, mengembangkan, dan meraih kejayaan pencak silat Ponorogo.
Hal ini Kang Bupati Sugiri sampaikan ketika bersama Wakil Bupati Bunda Lisdyarita menghadiri Pelantikan Jajaran Pengurus Kabupaten Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Ponorogo periode 2021-2025 di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (12/1/2022).
Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada menghadapi potensi penyebaran varian baru COVID-19, Omicron. Menyusul tren kenaikan kasus di dunia dan ditemukannya kasus Omicron di dalam negeri.
Seperti dijelaskan Bunda Rita, belajar dari kasus Omicron di luar negeri, penyebaran varian ini memang lebih cepat dari Varian Delta. Meskipun dari tingkat fatalitasnya lebih rendah dari Delta.
Dalam upaya Pemerintah dorong percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, kini giliran SDN 1 Badegan menjadi lokasi tinjauan Kang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Selasa (11/1/2022).
Didampingi Wakil Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, antusias anak-anak terlihat sangat baik. Terlebih saat Bunda membawakan Susu kemasan sebagai tambahan gizi anak.
Percepatan vaksinasi ini pada dasarnya sebagai langkah awal sekaligus syarat dilaksanakannya Pertemuan Tatap Muka (PTM) 100 persen.
Meski demikian, dalam beberapa kesempatan Kang Bupati Sugiri selalu mengingatkan guna selalu menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
‘Hari minggu jalan-jalan ke pasar legi, jangan lupa beli wingko babat, mari kita ikut vaksinasi, untuk Ponorogo sehat dan hebat. (Ulf/SP)
Dulur… Setelah hampir 2 tahun vakum dikarenakan masa pandemi, akhirnya Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW Haul Akbar Ponorogo pertama kalinya dibuka untuk umum Minggu (9/1/2022).
Pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat terus dipantik oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Minggu (9/1/2022) melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK Ponorogo) mempelopori program Pasar Krempyeng yang diselenggarakan serentak di 307 Desa/kelurahan di Kota Reog.